Golkar Gresik Tuntaskan Muscam di 18 Kecamatan, Optimis Bisa Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Reporter : Insani
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, saat membuka Muscam Partai Golkar Kecamatan Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah menuntaskan proses konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dengan menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) di seluruh 18 kecamatan. Tak hanya itu, partai berlambang pohon beringin tersebut juga telah menyelesaikan Musyawarah Desa (Musdes) di 360 desa se-Kabupaten Gresik sebagai bagian dari penguatan mesin politik menuju Pemilu 2029.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, mengatakan rangkaian Muscam ditutup dengan pelaksanaan di dua kecamatan yang berada di Pulau Bawean, yakni Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak.

Baca juga: Golkar Sambangi Bawean, Ali Mufthi Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Dua Muscam yang terakhir berada di wilayah kepulauan. Bawean memiliki dua kecamatan, yakni Tambak dan Sangkapura," kata Wongso, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Wongso, Muscam bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum memperbarui kepengurusan Partai Golkar di tingkat kecamatan, agar semakin solid menghadapi dinamika politik ke depan.

Ia menjelaskan, pembaruan kepengurusan merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. Pengurus di tingkat kecamatan dan desa dinilai menjadi ujung tombak dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menggerakkan mesin partai saat menghadapi pemilu.

"Tujuan besar kami adalah mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu Legislatif maupun Pilkada mendatang. Pengurus di tingkat kecamatan merupakan ujung tombak pemenangan Partai Golkar di akar rumput," katanya.

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik itu, menegaskan bahwa kekuatan Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat kabupaten, tetapi juga bergantung pada soliditas organisasi hingga tingkat paling bawah.

"Golkar tidak akan bisa menjadi besar apabila struktur organisasinya lemah di bawah. Karena itu, pembaruan kepengurusan di tingkat kecamatan penting untuk memastikan PAC maupun ranting benar-benar aktif dan siap bekerja. Ini bagian dari kesiapan kami menghadapi Pemilu 2029," ujarnya.

Baca juga: Kepala Desa se-Bawean Keluhkan Persoalan Dasar kepada Legislator Golkar, dari Rumah Sakit, Pupuk Subsidi Hingga Kapal

Suasana Muscam Partai Golkar Kecamatan Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean. (Insani/Jurnas.net)

Melalui konsolidasi tersebut, Golkar Gresik memasang target ambisius pada Pemilu 2029, yakni meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Gresik dari enam kursi menjadi sembilan kursi.

Menurut Wongso, tambahan tiga kursi menjadi target strategis untuk memperkuat posisi politik Golkar di Kabupaten Gresik, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi partai untuk mengusung kadernya sendiri dalam kontestasi Pilkada mendatang. "Kami mengharapkan jumlah kursi di DPRD meningkat secara signifikan," ucapnya.

Ia mengakui capaian Golkar pada Pemilu 2024 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh enam kursi DPRD Gresik, sedangkan pada Pemilu 2019 mampu meraih delapan kursi. Bahkan pada Pemilu 2014, Golkar sempat menjadi salah satu kekuatan terbesar dengan perolehan 11 kursi.

Baca juga: Setahun Ali Mufthi Pimpin Golkar Jatim, Akhsanul Yakin Kibarkan Ribuan Bendera hingga Pelosok Pantura

Meski demikian, Wongso menilai target 9 kursi pada Pemilu 2029 tetap realistis. Optimisme itu didasarkan pada konsolidasi organisasi yang kini telah rampung hingga tingkat kecamatan dan desa, disertai penguatan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Kami optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi melalui kerja organisasi yang lebih solid serta menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.

Salah satu program yang terus dijalankan Golkar Gresik, lanjut Wongso, adalah penyelenggaraan program pangan murah bekerja sama dengan Bulog. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan Golkar dengan warga di tingkat akar rumput.

"Program pangan murah bersama Bulog ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, sekaligus mendekatkan Golkar dengan warga di tingkat akar rumput," pungkas Wongso.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru