Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kali ini, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN meluncurkan Program ELSINDUK GEMES (Elektrifikasi Bank Sampah Induk Gemar Memilah Sampah) di Kelurahan Ngargosari, Kabupaten Gresik.
Program tersebut menjadi salah satu upaya PLN dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Baca juga: PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Bangun Sistem Transmisi Andal demi Dukung Industri Jawa Timur
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Gemes Sekardadu, Siti Fitriah, yang disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
Program Gemar Memilah Sampah dirancang untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga. Melalui perubahan perilaku tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebatas menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masa depan yang lebih sehat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Dalam pelaksanaannya, PLN UIT JBM memberikan bantuan berupa mesin komposter serta pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif TJSL bertema Circular Waste Initiative, yang berfokus pada penguatan ekonomi sirkular melalui pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam mengolah sampah organik, ELSINDUK GEMES juga diharapkan menjadikan Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu sebagai pusat edukasi dan pembelajaran pengelolaan sampah yang inovatif bagi masyarakat.
Baca juga: PLN UIT JBM Luncurkan Program LARAS, Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Dengan demikian, keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis pengelolaan limbah.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, PLN tidak hanya berperan menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan.
"PLN meyakini bahwa transisi menuju masa depan yang berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Program ELSINDUK GEMES merupakan wujud nyata komitmen PLN UIT JBM untuk mendukung ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat," ujar Ika.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan kapasitas Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Menurut Ika, kolaborasi antara PLN UIT JBM, Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu, dan Pemerintah Kabupaten Gresik diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat terlibat aktif dalam membangun budaya peduli lingkungan.
"Melalui sinergi ini kami berharap lahir perubahan nyata. Langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah secara konsisten dapat menghadirkan dampak besar, mulai dari lingkungan yang lebih bersih dan sehat hingga terciptanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat," tandasnya.
Editor : Risfil Athon