Rakerprov Lemkari Jatim Soroti Krisis Karateka Berprestasi, Target Bentuk 30 Cabang dan Cetak Atlet Nasional

Reporter : Insani
Ketua Pengprov Lemkari Jawa Timur, Sandra Simangasing, saat membuka Rakerprov. (Istimewa)

Jurnas.net – Pengurus Provinsi Lemkari Karate-Do Indonesia Jawa Timur memanfaatkan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026, sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet untuk mengembalikan kejayaan karate Jawa Timur di level nasional maupun internasional.

Dalam forum yang digelar bertepatan dengan momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia itu, Ketua Pengprov Lemkari Jawa Timur, Sandra Simangasing, mengakui organisasinya tengah menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) karateka berprestasi. Karena itu, pembinaan atlet muda dan penguatan organisasi menjadi agenda prioritas dalam empat tahun ke depan.

Baca juga: Pansel Tetapkan 6 Dewan Guru PB Lemkari, Seleksi Ketat Uji Fisik hingga Kepemimpinan

"Rakerprov bukan sekadar amanat organisasi yang harus dilaksanakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah kebijakan dan program kerja Lemkari Jawa Timur agar mampu menjawab tantangan zaman," kata Sandra, dalam pembukaan Rakerprov Lemkari Karate-Do Indonesia Jatim, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Sandra, prestasi sebuah perguruan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan oleh kualitas atlet yang mampu mengharumkan nama organisasi di berbagai kejuaraan. Ia menilai Lemkari Jawa Timur harus berani melakukan pembenahan secara menyeluruh agar mampu kembali menjadi salah satu kekuatan utama olahraga karate di Indonesia.

"Kita harus jujur mengakui bahwa Lemkari Karate-Do Jawa Timur sedang mengalami krisis SDM karateka yang unggul dan berprestasi. Karena itu dibutuhkan langkah-langkah strategis, dinamis, dan proaktif untuk memperbaiki pembinaan atlet sekaligus memperkuat organisasi," katanya.

Sandra menegaskan keberhasilan organisasi tidak mungkin diraih tanpa kerja sama yang solid antara pengurus, pelatih, atlet, wasit, serta seluruh keluarga besar Lemkari Karate-Do di Jawa Timur.

Empat Agenda Prioritas

Dalam Rakerprov tersebut, Lemkari Jawa Timur merumuskan empat agenda strategis yang akan menjadi fokus organisasi selama masa kepengurusan. Prioritas pertama adalah memperkuat pembinaan atlet dan pelatih, khususnya atlet-atlet muda berbakat agar memiliki kualitas yang mampu bersaing dalam kejuaraan nasional maupun internasional.

"Kita ingin atlet-atlet muda mendapatkan pembinaan yang lebih terarah sehingga ketika mengikuti Kejurnas maupun event internasional, mereka mampu bersaing dan meraih prestasi," ujar Sandra.

Agenda kedua adalah meningkatkan prestasi atlet pada setiap kejuaraan sebagai tolok ukur keberhasilan organisasi. Menurut Sandra, eksistensi sebuah perguruan akan lebih dihargai melalui capaian prestasi dibandingkan sekadar jumlah anggota yang dimiliki. "Nama besar Lemkari akan dihormati bukan karena banyaknya atlet, tetapi karena banyaknya prestasi yang berhasil diraih," katanya.

Prioritas ketiga adalah memperkuat organisasi menyusul penyempurnaan identitas Lemkari Karate-Do melalui perubahan nama dan logo hasil Kongres Luar Biasa tahun 2026. Momentum tersebut, menurut Sandra, harus dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi dinamika pembinaan olahraga.

Sementara agenda keempat adalah memperluas jaringan organisasi di seluruh Jawa Timur. Saat ini Lemkari Jawa Timur memiliki 21 pengurus cabang dan 1 cabang khusus. Dalam empat tahun ke depan, organisasi menargetkan sedikitnya memiliki 30 cabang aktif di berbagai daerah.

Sandra juga mendorong para pemegang sabuk hitam (Master Sabuk Hitam/MSH) agar aktif membangun dojo-dojo baru sebagai pusat pembinaan karate di daerah masing-masing. "Harapan kami, setiap MSH Lemkari suatu saat mampu memiliki satu dojo sehingga pembinaan atlet semakin merata di seluruh Jawa Timur," ujarnya.

Deklarasi Janji Setia Perguruan

Rangkaian Rakerprov ditutup dengan pembacaan Deklarasi Janji Setia Perguruan Lemkari Karate-Do Indonesia yang diikuti Pengprov Jawa Timur bersama 21 pengurus cabang dan cabang khusus. Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, mematuhi seluruh keputusan Kongres XVI Lemkari Tahun 2025 serta Kongres Luar Biasa Tahun 2026, menjunjung tinggi sumpah karate dan kehormatan perguruan, memperkuat soliditas organisasi dalam semangat kekeluargaan, serta menjaga persatuan melalui semangat "Satu Jiwa, Satu Semangat, Satu Kehormatan, Lemkari untuk Indonesia."

Sandra optimistis, melalui pembinaan yang berkesinambungan, organisasi yang solid, serta kolaborasi seluruh pengurus dan pelatih, Lemkari Jawa Timur mampu menjadi salah satu lumbung atlet karate nasional. "Saya yakin dengan kerja keras, komitmen, dan semangat kebersamaan, Lemkari Jawa Timur akan menjadi barometer pembinaan karate sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan Jawa Timur dan Indonesia," pungkasnya.

Editor : Andi Setiawan

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru