17 Siswa dan Guru di Jepara Keracunan MBG

Reporter : Rhobi Shani
Siswa SD di Jepara mendapat perawatan di rumah sakit usai makan makanan MBG (Dok. Dinas Kesehatan Jepara)

Jurnas.net - Sebanyak 17 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah  mengalami keracunan. Penerima manfaat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, itu terdiri dari 14 siswa dan tiga guru dari berbagai sekolah.

 

Ahli Gizi SPPG Jepara Karangkebagusan, Muhammad Hafizh Nugroho, menyampaikan penerima manfaat yang mengalami gejala seluruhnya telah mendapat penanganan medis secara rawat jalan. 

"Jam 10 dibawa ke rumah sakit, jam 11 sudah pulang," ujar Hafizh, Rabu sore, 16 September 2026.

 

Temuan gejala terjadi di SD Negeri Karangkebagusan terdapat 3 siswa. Kemudian, di SD Negeri Kauman 11 siswa dan 2 tenaga pendidik juga dilaporkan mengalami gejala serupa. 

 

"Satu guru TK Pertiwi yang mencicipi juga pusing," kata Hafizh.

 

Hafizh menjelaskan, pihak SPPG langsung melakukan penarikan makanan setelah menerima keluhan dari sekolah. Seluruh makanan yang telah dibagikan baik ke sekolah maupun ke 3B (Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) ditarik untuk mencegah konsumsi lebih lanjut.

 

"Semua langsung ditarik. Kami langsung koordinasi dengan pihak posyandu," ungkap Hafizh.

 

 

 

Berdasarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, menu MBG yang dibagikan pada hari ini terdiri dari nasi putih, ayam katsu, tumis kol dan wortel, tahu goreng, serta anggur merah.

 

Bahan baku ayam fillet sebanyak 2.750 potong diterima SPPG pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 15.18 WIB. Sebagian ayam dalam kondisi segar dan sebagian lainnya masih beku.

 

Proses pengolahan pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, tim menemukan satu baskom ayam yang telah mengalami perubahan bau. Bahan tersebut kemudian dipisahkan agar tidak tercampur dengan makanan matang lainnya.

 

Sekitar pukul 03.00 WIB, pengawas gizi kembali melakukan pengecekan terhadap ayam katsu yang telah digoreng. Hasil pengecekan menunjukkan terdapat ayam yang dinilai layak dan ada pula yang sudah tidak layak.

 

Pengecekan kembali dilakukan oleh ahli gizi bersama kepala SPPG pada pukul 07.45 WIB, khususnya terhadap kondisi ayam di bagian pemorsian.

 

Keluhan mengenai ayam katsu yang dinilai sudah tidak layak kemudian disampaikan oleh SD Negeri Karangkebagusan sekitar pukul 08.58 WIB.

 

Menindaklanjuti keluhan tersebut, pukul 09.45 pihak SPPG menarik seluruh foodtray yang telah dibagikan ke sekolah penerima manfaat.

Editor : Rhobi Shani

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru