Pembukaan Muswil VI KAHMI Jatim Digelar di Trawas, Ini Alasan Tak Jadi di Grahadi

Reporter : Insani
Sekretaris Umum MW KAHMI Jawa Timur sekaligus Sekretaris Penyelenggara Muswil VI, Akhsanul Yakin. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur memutuskan pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jatim digelar langsung di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya, pembukaan sempat direncanakan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sekretaris Umum MW KAHMI Jawa Timur sekaligus Sekretaris Penyelenggara Muswil VI, Akhsanul Yakin, mengatakan perubahan lokasi pembukaan dilakukan setelah panitia mempertimbangkan efektivitas seluruh rangkaian kegiatan.

Baca juga: KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI

Menurut Akhsanul, terdapat tiga pertimbangan utama. Pertama, persoalan waktu dan jarak antara lokasi pembukaan dengan tempat berlangsungnya sidang Muswil. Kedua, terdapat sejumlah agenda strategis yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk dibahas secara mendalam.

Ketiga, adanya aspirasi dari peserta Muswil agar seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pembukaan, dilakukan langsung di Trawas.

"Jadi pertama, dari sisi waktu tidak efektif karena lokasi pembukaan berjauhan dengan lokasi sidang Muswil. Kedua, ada beberapa agenda strategis yang membutuhkan waktu cukup agar bisa dibahas secara mendalam. Ketiga, ada peserta Muswil yang menghendaki agar pembukaan langsung dilakukan di Trawas," kata Yakin, sapaan akrabnya, Rabu, 23 September 2026.

Dengan keputusan tersebut, rangkaian Muswil VI diharapkan dapat berlangsung lebih terintegrasi. Peserta tidak perlu berpindah lokasi dari Surabaya ke Trawas setelah mengikuti acara pembukaan, sehingga waktu yang tersedia dapat lebih banyak digunakan untuk agenda organisasi.

Muswil VI KAHMI Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 25-27 September 2026 di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Forum lima tahunan tersebut menjadi momentum bagi KAHMI Jatim untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja periode berikutnya.

Rangkaian menuju Muswil telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. MW KAHMI Jatim antara lain menggelar konsolidasi dengan Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta panitia lokal Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk menyamakan persepsi, pembagian tugas, dan kesiapan teknis penyelenggaraan.

Panitia juga telah menggelar berbagai agenda pra-Muswil sebagai bagian dari konsolidasi alumni HMI di Jawa Timur. Salah satunya Safari Ramadan yang berlangsung di sejumlah daerah, dilanjutkan dengan kegiatan Halalbihalal tingkat Jawa Timur dan peluncuran logo Muswil VI yang dirangkaikan dengan Gebyar Muharam di Kota Pasuruan.

Selain itu, pada awal September, KAHMI Jatim menggelar sosialisasi Muswil VI melalui kegiatan Maulid Nabi di Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi sebelum forum utama di Trawas.

Baca juga: Sentil Cak Imin soal NU Terpuruk karena Alumni HMI, Arief Rosyid: NU Bukan Milik Muhaimin Iskandar

Muswil VI juga tidak hanya diproyeksikan sebagai forum pergantian kepemimpinan. Agenda tersebut diarahkan menjadi ruang untuk mengevaluasi kontribusi KAHMI Jatim sekaligus merumuskan program dan rekomendasi organisasi.

Sebelumnya, Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Agus Mahfud Fauzi, mengatakan Muswil harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana organisasi berkontribusi dalam persoalan keumatan dan kebangsaan.

Menurut Agus, KAHMI perlu membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Ia mengutip gagasan Nurcholish Madjid atau Cak Nur tentang konsep fight for, yakni berjuang bersama untuk menghadirkan perubahan, bukan semata-mata mengambil posisi berhadap-hadapan dengan pemerintah.

Dari sisi peserta, panitia sebelumnya memperkirakan terdapat sekitar 300 peserta resmi yang mengikuti forum Muswil. Jumlah tersebut dapat bertambah apabila seluruh rangkaian kegiatan pendukung yang terbuka bagi alumni dan masyarakat ikut diperhitungkan.

Muswil VI juga akan menjadi forum untuk memilih tujuh orang Presidium MW KAHMI Jawa Timur untuk periode berikutnya. Informasi mengenai target tujuh presidium tersebut disampaikan dalam kegiatan pra-Muswil di Sidoarjo pada September 2026.

Baca juga: Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru

Selain agenda persidangan dan regenerasi kepemimpinan, panitia sebelumnya juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, mulai dari gathering alumni, forum diskusi kebangsaan, pameran dan business matching UMKM, hingga kegiatan olahraga. Pada 19-20 September 2026, KAHMI Jatim bahkan menggelar Charity Golf Tournament sebagai bagian dari rangkaian Muswil VI sekaligus peringatan HUT ke-60 KAHMI.

Yakin mengatakan keputusan menjadikan Trawas sebagai lokasi pembukaan diharapkan membuat keseluruhan agenda Muswil berjalan lebih efektif. Dengan pembukaan, persidangan, dan agenda strategis berada dalam satu kawasan, peserta dapat mengikuti seluruh tahapan tanpa kehilangan waktu dalam perjalanan.

Pilihan tersebut sekaligus mempertegas Trawas sebagai pusat pelaksanaan Muswil VI KAHMI Jatim. Selama tiga hari, kawasan tersebut akan menjadi tempat berkumpulnya para alumni HMI dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk membahas arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru.

Bagi panitia, substansi Muswil menjadi pertimbangan utama dalam menentukan format pelaksanaan. Karena itu, perubahan lokasi pembukaan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari upaya memastikan forum lima tahunan tersebut memiliki cukup waktu untuk membahas agenda organisasi secara lebih mendalam.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru