Jurnas.net — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur di Trawas, Kabupaten Mojokerto, mulai memasuki tahapan penting, yakni penentuan presidium untuk periode kepengurusan berikutnya.
Sistem zonasi menjadi mekanisme yang digunakan dalam proses penjaringan calon presidium. Dari tujuh zona yang telah dibentuk, masing-masing zona diarahkan mengusulkan dua nama untuk dibawa ke forum Muswil.
Baca juga: Pemilihan Presidium KAHMI Jatim di Muswil VI Gunakan Sistem Zonasi, Bukan One Man One Vote
Sekretaris Umum MW KAHMI Jatim sekaligus Sekretaris Penyelenggara Muswil KAHMI di Trawas, Akhsanul Yakin, mengatakan hasil penjaringan dari tujuh zona secara keseluruhan nantinya akan menghasilkan 14 nama. Namun, proses tersebut belum sepenuhnya tuntas. Salah satu wilayah masih mengusulkan enam nama dan belum mengerucut menjadi dua nama sebagaimana mekanisme yang telah ditetapkan.
"Kalau kita komplikasi, total nantinya akan ada 14 nama kandidat. Tapi masih ada satu MD di zona enam yang masih mengusung enam nama dan belum mengerucut dua nama," kata Yakin, sapaan akrabnya, Jumat, 25 September 2026.
Berdasarkan hasil penjaringan sementara, sejumlah nama telah muncul dari masing-masing zona. Zona 1 yang mencakup wilayah Matraman, mulai dari Kabupaten Madiun hingga Pacitan, mengusulkan dua nama, yakni Robah dan Lutfi Kurniawan.
Kemudian Zona 2 yang meliputi Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten/Kota Kediri serta Kabupaten/Kota Blitar mengusulkan Nyakdin dan Ahmad Sanusi. Selanjutnya Zona 3 yang mencakup wilayah Bojonegoro, Lamongan dan Gresik mengusulkan Samwil dan Profesor Aan Eko.
Sementara itu, Zona 4 yang meliputi Surabaya, Bangkalan dan Sampang mengusulkan dua nama, yakni Muhyiddin dan Agus Mahfudz Fauzi. Untuk Zona 5 yang mencakup Malang Raya dan Pasuruan, mengusulkan Lutfi J Kurniawan dan Arbayanto.
Adapun Zona 6 masih menjadi bagian yang belum final. Sebanyak enam nama masih berada dalam proses penjaringan, yakni Agus Mahfudz Fauzi, Ahmad Riyadh, Nur Muhyiddin, Ramdani, Maulwidi Erwin, dan Imran Ruhsadi. Sementara Zona 7 yang mencakup Banyuwangi dan Situbondo mengusulkan Agung Mulyono dan Agus Mahfudz Fauzi.
Baca juga: KAHMI Jatim Gelar Charity Golf, Ratusan Peserta dari Beragam Kalangan Ikut Meriahkan Muswil VI
Dengan demikian, sejumlah nama muncul lebih dari satu zona dalam hasil penjaringan sementara. Namun, Yakin menegaskan proses tersebut belum menjadi keputusan akhir mengenai siapa yang akan menduduki posisi presidium. "Yang enam nama itu harus selesai, tapi nanti kita kembalikan semua kepada peserta Muswil bagaimana," ujar Yakin.
Yakin mengatakan, proses penjaringan melalui sistem zonasi tetap akan dijalankan sesuai mekanisme yang telah disiapkan oleh Steering Committee (SC). Artinya, daftar nama yang muncul dari masing-masing zona merupakan bagian dari proses menuju pemilihan presidium, bukan penetapan akhir.
"Harapan kita bahwa sistem zonasi itu tetap kita jalankan dengan berbagai mekanisme dan sistem yang telah dimatangkan oleh SC," katanya.
Dengan masih adanya satu zona yang belum mengerucutkan enam nama menjadi dua nama, peta kandidat presidium MW KAHMI Jatim masih berpotensi berubah sebelum masuk ke tahapan pemilihan dalam Muswil. Proses tersebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian karena presidium nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepengurusan MW KAHMI Jawa Timur periode berikutnya.
Baca juga: Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru
Untuk diketahui, Muswil VI MW KAHMI Jawa Timur digelar di Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 25-26 September 2026. Selain agenda pemilihan presidium dan pembahasan organisasi, rangkaian kegiatan Muswil juga diisi dengan sejumlah agenda silaturahmi keluarga besar KAHMI Jawa Timur.
Pembukaan Muswil di Trawas dan akan dibuka oleh Majelis Nasional (MN) KAHMI. Panitia juga menyiapkan kegiatan jalan sehat yang melibatkan keluarga besar KAHMI Jawa Timur serta Gala Dinner Senior bagi alumni KAHMI berusia 60 tahun ke atas.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian seremoni Muswil, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus memperkuat hubungan antaralumni KAHMI di Jawa Timur.
Editor : Amal