Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Reporter : A. Mustaqim
Dual pemain PSIM (jerzey biru) dengan pemain PSM dalam laga lanjuta Super League 2026/2027. Dok. IG/PSM

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 16 Oktober 2026.

PSIM memulai laga dengan semangat memburu kemenangan perdana. Upaya itu dilakukan dengan beberapa kali serangan ke jantung pertahanan PSM. 

Baca juga: PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Di sisi lain, PSM juga berulang kali menembus barisan pertahanan PSIM. Namun, skor sama kuat 0-0 hingga babak pertama selesai. 

Pada babak kedua, PSIM masih menyerang misi yang sama. Namun, justru PSM yang lebih banyak menguasai bola. 

Petaka PSIM hadir sekitar menit 59. PSM melalui pemain bernomor punggung, 29 Achmat Fahrul Aditia berhasil memcetak gol sehingga skor berubah 0-1 bagi keunggulan tim tamu. 

Sekitar tujuh menit berselang, PSM justru kembali mencetak gol. Memanfaatkan hasil umpan Muhammad Rizky Eka Pratama, Stevan Jevtoski mencetak gol menit 66 bagi PSM. Skor berubah, PSIM 0 dan PSM 2. 

Memasuki 10 menit akhir pertandingan, PSIM mendapat angin segar saat wasit memberikan kartu merah pemain PSM, Dusan Lagator, menit 80. Di sisi lain, PSIM mendapat hadiah penalti usai wasit mengecek video assistant referee (VAR). Sepakan penalti Ze Valente membuat PSIM memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. 

Baca juga: Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Usai memperkecil ketertinggalan, PSIM terus mengurung pertahanan PSM. Berulang kali serangan PSIM diarahkan ke gawang PSM namun selalu gagal. Hingga bubaran, skor tak berubah. PSIM kalah 1-2 atas PSM. 

Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengklaim timnya bermain bagus pada babak pertama. Menurut dia, PSIM kehilangan keberuntungan. 

Menurut van Gastel, situasi itu berlanjut pada babak kedua hingga kebobolan dua gol. Setelah PSIM memperkecil ketertinggalan, van Gastel mengkritik adanya momen sekitar 11 menit saat wasit meninjau VAR, mengganjar kartu merah pemain PSM, dan memberikan penalti ke PSIM. 

"Seharusnya perpanjangan 11 menit saat momen tinjauan VAR hingga ganjaran kartu merah ke pemain PSM," ujarnya. 

Baca juga: Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Pelatih berpaspor Belanda itu mengaku memahami situasi atas tekanan ke tim dan jajaran pelatih. Ia mengatakan tekanan dari para pendukung menjadi hal normal. 

Pelatih PSM Darije Kalezic mengatakan timnya mampu mengontrol pertandingan. Ia mengatakan anak asuhnya memiliki semangat ganda meski bermain 10 orang jelang pertandingan berakhir. 

"Kami menampilkan semangat ganda saat bermain 10 orang sehingga kami layak memenangkan pertandingan. Saya selalu minta ke pemain semangat bekerja keras yang menentukan hasil di lapangan," kata dia. 

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru