Aksi Heroik Ibu Selamatkan Tiga Anak dan Keponakan Saat Gempa di Mall TP Surabaya

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana di Mall Tunjungan Plaza Surabaya saat terjadi gempa. (Istimewa)
Suasana di Mall Tunjungan Plaza Surabaya saat terjadi gempa. (Istimewa)

Jurnas.net - Gempa Tuban bermagnitudo 6,5 skala richter dirasakan warga Surabaya, terutama yang sedang berada di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, Jumat, 22 Maret 2024. Salah satunya, dirasakan Fidhiza Erika Diastika, warga Banyu Urip Wetan Tengah, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Fidhiza menceritakan, saat kejadian gempa susulan itu, ia bersama tiga anaknya (Keysha, Rayyanza, dan Kenzha) dan satu keponakannya (Rendra) sedang berada di area foodcourt lantai 5 TP 3 Surabaya untuk membeli makanan dan makanan sebagai bekal berbuka puasa.

Baca Juga : Anilisa Pakar Geologi Terkait Gempa Mengguncang Bawean Hingga Semarang

Sebelum ke area foodcourt, mereka baru selesai menonton film di bioskop yang berada di lantai 5 TP 1 Surabaya. Gempa susulan yang dirasakan itu juga berlangsung beberapa kali dan sangat terasa.

“Saat itu, tiga anak saya dan satu keponakan saya tak suruh nunggu di tempat duduk deretan meja makan foodcourt. Saya tinggal sebentar membeli makanan di Burger King, dan makanan sudah dibungkus oleh kasirnya. Kemudian, saya tinggal sebentar untuk pesan makanan di Yoshinoya dan sudah bayar. Tak berapa lama, saya lihat para pengunjung panik dan berlarian karena ada getaran gempa. Saya memilih meninggalkan pesanan makanan saya dan menyelamatkan tiga anak dan satu ponakan saya,” ujar Fidhiza.

Fidhiza mengatakan, meski sempat panik dan ikut berlarian dengan pengunjung lainnya, ia tetap tenang dan berusaha menyelamatkan tiga anak dan satu ponakannya tersebut dengan memilih melewati eskalator dari lantai 5 TP 3 menuju lantai 1 TP 1 yang lokasinya cukup berjauhan.

“Jadi, saya gendong anak saya yang paling kecil (anak ketiga). Dan, anak saya satunya (anak kedua) tak suruh jalan sendiri. Terus, anak saya yang paling besar (anak pertama) saya suruh gandeng keponakan saya. Saya sempat bingung harus lewat tangga ke arah parkiran mobil, atau jalur evakuasi ikut karyawan TP atau naik eskalator. Akhirnya, saya milih naik eskalator saja, yang penting bisa turun dan anak-anak saya selamat,” ujarnya.

Baca Juga : Warga Pulau Bawean Mengungsi di Dataran Tinggi Takut Terjadi Stunami

[caption id="attachment_4252" align="alignnone" width="1280"] Suasana Mall Tunjungan Plaza Surabaya saat terjadi gempa. (Istimewa)[/caption]

Fidhiza mengaku baru pertama kali merasakan langsung getaran gempa dan berada di dalam gedung bertingkat. Namun, ia bersyukur bisa menyelamatkan diri bersama anak-anaknya. “Saya masih syok dan kepikiran saat gempa tadi. Karena ini kejadian gempa yang saya rasakan langsung pertama kali. Yang saya khawatirkan hanya anak-anak saya. Alhamdulillah, semua selamat,” katanya.

Di sisi lain, saat gempa terjadi, ratusan pengunjung pusat perbelanjaan TP 1 hingga TP 6 sempat berhamburan keluar gedung dan menyelamatkan diri hingga ke jalanan di sepanjang Jalan Tunjungan Surabaya.

Sebagian besar pengunjung memilih untuk berkumpul di tempat evakuasi atau di depan pintu masuk utama yang disediakan pengelola mall, sebagian lain duduk di pinggir jalan, dan sebagian lainnya memilih pulang menggunakan taksi dan ojek online. Pihak manajemen TP juga menutup semua gerai, toko, hingga pintu masuk pusat perbelanjaan tersebut.

Berita Terbaru

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus kiai kampung, berencana kembali melaporkan sejumlah pihak ke …