Pj Bupati Pasuruan Angkat Bicara Soal Pencemaran Lingkungan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Bupati Pasuruan, Nur Kholis. (Insani/Jurnas.net)
Pj Bupati Pasuruan, Nur Kholis. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Pj Bupati Pasuruan yang juga Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Nur Kholis angkat bicara terkait kasus limbah di Sungai Wangi di Kabupaten Pasuruan, Senin, 4 November 2024.

Kholis menegaskan bahwa kasus limbah ini sudah ditangani secara holistik oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan juga bahkan pemerintah pusat.

Problem yang sudah berlangsung selama 12 tahun ini saat ini penanganan kasus limbah ini sudah dilakukan secara holistik. Bahkan sudah ada yang selesai dan siap untuk diterbitkan sanksi.

“Kita sudah lama melakukan tindakan. Jadi bukan karena ada debat atau momen pilkada baru bergerak, tapi sudah lama kami melakukan tindakan. Tidak ada pembiaran. Mungkin jikalau ada yang disampaikan salah satu paslon di diangkat ke media itu karena yang didengar itu tidak utuh,” katanya.

Kholis bahkan sudah bertemu dan melakukan dialog dengan tujuh kepala desa, enam diantaranya dari Beji dan satu dari Pandaan. Kholis pun juga sudah Ada tujuh kades, enam dari beji dan satu pandaan.

“Jadi untuk pencemaran Sungai Wangi yang melakukan pencemaran ada 16 perusahaan. Dari 16 ini, 7 kewenangan provinsi, 4 perusahaan pusat dan 5 perusahaan kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga : Maju Pilkada Pasuruan, Wardah Mundur dari Komisaris Independen PT SIER

[caption id="attachment_6178" align="alignnone" width="1080"] Komisioner KPU Jawa Timur jumpa pers terkait debat publik kedua Pilgub Jatim. (Insani/Jurnas.net)[/caption]

Saat ini disampaikannya bahwa untuk 9 perusahaan kewenangan pusat dan kabupaten sudah siap untuk draft sanksi yang diberikan.

Pasalnya berdasarkan evaluasi yang dilakukan Pemkab Pasuruan dari 16 perusahaan, terdapat 4 perusahaan yang tidak memiliki IPAL. Sebanyak 12 perusahaan yang memiliki IPAL, yang masuk kinerja baik ada 1 perusahaan, 4 perusahaan masuk kategori cukup, dan 6 perusahaan kategori kurang, dan 1 perusahaan masih anomali.

Hasil evaluasi ini juga dilanjutkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jatim dengan tes laboratorium. Saat ini sebagian sudah ada yang keluar hasilnya dan beberapa belum keluar hasilnya. Dari yang sudah keluar hasilnya, Sungai Wangi memang tercemar COD dan BOD.

“DLH Kabupaten Pasuruan sudah menyelesaikan drafting sanksi administrasi paksaan pemerintah terhadap delapan perusaan tidak taat. Sedangkan 7 kewenangan provinsi masih dievaluasi oleh DLH Jatim,” tegasnya.

Pengawasan dan penanganan dari Pemprov Jatim memang baru dilakukan per Agustus 2024. Karena sebelumnya sungai wangi ada di bawah kewenangan pusat. Dan baru sejak terbitnya PP No 5 Tahun 2021 kewenangan Sungai Wangi dialihkan ke Pemprov Jatim.

Lebih lanjut Kholis menegaskan bahwa pada prinsipnya baik Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan sudah mengambil langkah tegas pada perusahaan nakal yang mencemari sungai wangi.

Pihaknya juga terus aktif mengingatkan pada perusahaan untuk memiliki pengelolaan limbah industri dengan memiliki IPAL. Sehingga limbahnya diolah dulu sebelum dibuang di sungai.

Yang jelas masalah ini biasanya muncul saat kemarau. Karena saat kemarau air sungai surut. Sehingga air yang ada di sungai lebih banyak yang merupakan hasil pembuangan limbah.

“Intinya bahwa hidunya iklim usaha dan industri di Jatim terus kita dukung. Namun tetap harus melindungi lingkungan sekitar dan tidak membahayakan masyarakat,” pungkas Kholis.

Sejumlah perusahaan yang menjadi pengawasan dan membuat masalah pencemaran Sungai Wangi mulai dari pabrik plastik, tekstil, dan banyak lagi.

Berita Terbaru

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Jurnas.net - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem antisipasi pencemaran air baku, setelah muncul keluhan…