Jalur Pacet-Cangar Mulai Dibuka Terbatas, Diharap Ekonomi Lokal Kembali Bangkit

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jalur penghubung Pacet-Cangar yang sempat tertutup akibat longsor kini resmi dibuka. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Jalur penghubung Pacet-Cangar yang sempat tertutup akibat longsor kini resmi dibuka. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Jalur penghubung Pacet-Cangar yang sempat tertutup akibat longsor kini resmi dibuka secara terbatas mulai hari ini, Rabu, 23 April 2025. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap perekonomian warga Mojokerto, Kota Batu, dan Malang, bisa kembalih pulih.

"Alhamdulillah, setelah evaluasi menyeluruh dan uji coba yang dilakukan kemarin, hari ini Jalur Pacet-Cangar dibuka terbatas. Semoga ini menjadi awal pulihnya kembali roda perekonomian lokal," kata Khofifah.

Sebelumnya, jalan yang berada di kawasan Sumber Brantas ini lumpuh total sejak longsor besar terjadi pada 3 April lalu. Tim gabungan dari BPBD Jatim, Dinas PU Bina Marga, hingga Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Mojokerto telah bekerja cepat dan komprehensif dalam pemulihan jalur.

Khofifah menjelaskan, pembukaan terbatas ini diberlakukan mulai pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Apabila terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, maka akan diterapkan sistem buka-tutup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

"Keselamatan tetap nomor satu. Karena itu, jalur ini akan terus diawasi secara intensif oleh petugas di lapangan," katanya.

Baca Juga : Dua Orang Ditemukan Meninggal Akibat Longsor di Blitar

Sebelum resmi dibuka, jalur ini telah melalui tahap uji coba dan kelayakan, guna memastikan kelayakan dan keamanan. Selain itu, proses pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan sistem terasering dengan trap bambu hampir rampung seluruhnya. "Progres TPT dan saluran air sudah 100 persen, sementara trap bambu sudah 98 persen," katanya.

Jalur Pacet-Cangar bukan sekadar penghubung antar wilayah, juga menjadi jalur vital bagi petani dan pelaku UMKM di kawasan ini. Hasil bumi dari Kota Batu, Pacet Mojokerto, dan sekitarnya banyak yang disalurkan lewat jalur ini.

"Dengan dibukanya jalur ini, kami berharap akses petani dan distribusi hasil panen bisa kembali lancar. Ini sangat penting untuk pemulihan ekonomi lokal," ucapnya.

Khofifah mengimbau masyarakat yang melintasi Jalur Pacet-Cangar, agar selalu mematuhi arahan petugas dan memperhatikan rambu-rambu peringatan. "Kita ingin mobilitas warga dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Tapi semuanya harus tetap dalam koridor keselamatan," pungkasnya.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …