Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur, Nanang Triatmoko, membenarkan harga cabai di Jatim terus merangkak naik. Dia menyebut cuaca tak menentu menjadi penyebab utama.
"Hujan yang masih kerap turun membuat petani memilih menunda panen. Karena jika dipetik dalam kondisi itu, cabai lebih cepat busuk saat dikirim ke pasar,” kata Nanang, Kamis, 18 September 2025.
Selain faktor cuaca, penyakit antraknosa juga menyerang sejumlah sentra produksi cabai. “Seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau, tetapi kondisi yang masih lembap justru memicu serangan penyakit. Ditambah lagi momen Maulid Nabi membuat permintaan meningkat, sementara stok menipis,” jelas Nanang.
Baca Juga : Harga Cabai Pedas Tembus Rp130 Ribu per Kilogram di Jawa Timur
Akibatnya, harga cabai di tingkat petani melonjak, di antaranya cabai rawit Rp27 ribu/kg, cabai merah besar Rp25 ribu/kg, dan cabai keriting bahkan tembus Rp34 ribu/kg.
Kenaikan lebih terasa di pasaran. Harga rata-rata cabai rawit mencapai Rp31.688/kg, cabai keriting Rp38.406/kg, dan cabai merah besar Rp29.592/kg.
Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim menunjukkan disparitas harga yang mencolok. Cabai rawit termahal berada di Kota Madiun Rp41.666/kg, sementara termurah di Ponorogo Rp23.500/kg.
Cabai keriting mencapai puncak tertinggi di Bojonegoro Rp57.500/kg, sedangkan di Banyuwangi hanya Rp26.000/kg. Untuk cabai merah besar, harga tertinggi tercatat di Tuban Rp40.000/kg, sedangkan termurah di Kota Pasuruan Rp22.000/kg.
Editor : Redaksi
Berita Terbaru
Perkuat Konsolidasi di 38 Kabupaten/Kota, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat
Sabtu, 18 Jul 2026 12:34 WIB
Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…
Negara Wajib Melindungi Rakyatnya: Catatan tentang Nasib Para Penambang Belerang Kawah Ijen
Sabtu, 18 Jul 2026 10:07 WIB
Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Dua hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) 2026–2030 yang …
Kontingen Yogyakarta Raih Juara Umum dalam PORSENI Kereta Api 2026 di Yogyakarta
Jumat, 17 Jul 2026 21:14 WIB
Jurnas.net - Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porseni KA) 2026 telah tuntas diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Mengusung tema spirit competition, power of s…
Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Perkuat Pertanian lewat Modernisasi Irigasi dan Alsintan
Jumat, 17 Jul 2026 18:52 WIB
Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat sektor pertanian sebagai langkah menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga ketahanan pangan d…
Disdukcapil Surabaya: Bayi Lahir Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk dan NIK untuk Akses BPJS
Jumat, 17 Jul 2026 16:53 WIB
Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan setiap bayi yang lahir dari orang tua ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) Surabaya langsung memperoleh t…
19 Desa di Lumajang Terancam Krisis Air, DPRD Jatim Minta Distribusi Air Bersih Ditingkatkan
Jumat, 17 Jul 2026 15:49 WIB
Jurnas.net – Musim kemarau yang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah P…