Harga Cabai Rawit di Jatim Meroket Dampak Kemarau Panjang

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjual cabai rawit di pasar. (Istimewa)
Penjual cabai rawit di pasar. (Istimewa)

Jurnas.net - Harga cabai rawit di Jawa Timur "pedas". Bahkan harganya di pasara di sejumlah daerah di Jatim mencapai Rp60 ribu per kilogram (Kg)

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Ketersediaan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga rata-rata komoditas cabai rawit di Jatim adalah Rp55.985 per kg. Harga rata-rata tertinggi di Kota Pasuruan Rp66.300, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Probolinggo Rp36.666.

Sementara harga komoditas ini di sejumlah pasar besar di Surabaya mencapai Rp45.000 hingga Rp 55.000, seperti terpantau di Pasar Pucanganom harga cabai rawit per kilo Rp45.000, Pasar Keputran dan Tambahrejo Rp46.000 per kg, Pasar Genteng dan Soponyono Rp50.000. Sedangkan Pasar Wonokromo Rp55.000.

Untuk komoditas cabai merah besar juga mengalami kenaikan harga, yakni harga rata-rata Jatim adalah Rp31.766 per kg. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp41.666 per kg, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp20.666, dan di pasar besar di Surabaya Rp25.000 - Rp28.000 per kg.

Kepala Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Jatim, Dydik Rudy Prasetya, mengatakan produksi cabai rawit sampai dengan September 2023 mencapai 455.044 ton. Dengan konsumsi untuk rumah tangga sebesar 62.217 ton, sehingga ketersediaan surplus sebesar 392.827 ton.

"Sedangkan ketersediaan selama tahun 2023 diperkirakan surplus sebesar 500.015 ton," kata Rudy, Kamis, 26 Oktober 2023.

Kemudian produksi cabai besar sampai dengan September 2023 mencapai 65.223 ton, dengan konsumsi untuk rumah tangga sebesar 57.465 ton. Sehingga ketersediaan surplus sebesar 7.758 ton. "Sedangkan ketersediaan selama tahun 2023 diperkirakan surplus sebesar 12.161 ton," ujarnya.

Kata Rudy, perkembangan harga komoditas cabai rawit merah pada tanggal 24 Oktober 2023 mengalami kenaikan harga lebih dari sangat tinggi pada minggu IV bulan Oktober dibandingkan dengan bulan September 2023.

"Besarnya kenaikan harga yang terjadi yaitu sebesar 123,95 persen. Jika dibandingkan dengan harga pada minggu sebelumnya, harga pada minggu IV bulan Oktober 2023 juga mengalami kenaikan namun hanya sebesar 17,74 persen," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh panenan dataran rendah sudah habis dan untuk dataran tinggi mulai tanam. Jika dibandingkan dengan produksi cabai rawit pada periode yang sama pada tahun 2022, produksi pada tahun 2023 mengalami penurunan. "Hal ini juga menjadi penyebab harga cabai rawit mengalami penurunan," katanya.

Untuk komoditas cabai merah besar, lanjut Rudy, mengalami kenaikan harga relatif terkendali pada minggu IV bulan Oktober per tanggal 24 Oktober 2023 dibandingkan dengan bulan September 2023. Besarnya kenaikan harga yang terjadi yaitu sebesar 0,68 persen.

Jika dibandingkan dengan harga pada minggu sebelumnya, harga pada minggu IV bulan Oktober 2023 mengalami kenaikan sebesar 18,68 persen. "Kenaikan harga cabai besar ini disebabkan oleh pasokan cabai besar dari produsen/petani sampai bulan September mengalami defisit," tandasnya. (Mal)

Berita Terbaru

Banyuwangi Bagikan Becak Listrik untuk Lansia: Dorong Transportasi Hijau dan Pariwisata Kota

Banyuwangi Bagikan Becak Listrik untuk Lansia: Dorong Transportasi Hijau dan Pariwisata Kota

Kamis, 15 Jan 2026 06:34 WIB

Kamis, 15 Jan 2026 06:34 WIB

Jurnas.net - Bantuan ratusan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi bukan sekadar program sosial.…

Satgas Premanisme Surabaya Banjir Aduan Warga: Pungli dan Mafia Tanah Paling Dikeluhkan

Satgas Premanisme Surabaya Banjir Aduan Warga: Pungli dan Mafia Tanah Paling Dikeluhkan

Rabu, 14 Jan 2026 18:41 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 18:41 WIB

Jurnas.net - Pembentukan Satuan Tugas Penindakan Premanisme dan Mafia Tanah di Surabaya ternyata tidak sekadar seremoni. Hanya selang beberapa hari sejak mulai…

Surabaya Siapkan Strategi Ekonomi Baru: Tekan Pengangguran dan Cipta Lapangan Kerja 2026

Surabaya Siapkan Strategi Ekonomi Baru: Tekan Pengangguran dan Cipta Lapangan Kerja 2026

Rabu, 14 Jan 2026 16:19 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 16:19 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya mengubah pendekatan pembangunan ekonomi: tidak lagi bertumpu pada proyek fisik semata, tetapi menjadikan kampus, riset,…

Hakim Pertanyakan Penyidik: Pemberi Uang untuk Hentikan Isu Perselingkuhan Kadindik Jatim Tak Ditangkap

Hakim Pertanyakan Penyidik: Pemberi Uang untuk Hentikan Isu Perselingkuhan Kadindik Jatim Tak Ditangkap

Rabu, 14 Jan 2026 15:19 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 15:19 WIB

Jurnas.net - Sidang perkara dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, muncul sorotan baru. Bukan hanya soal…

SMA Taruna Nusantara Malang Resmi Beroperasi: Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Pemimpin Nasional

SMA Taruna Nusantara Malang Resmi Beroperasi: Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Pemimpin Nasional

Rabu, 14 Jan 2026 14:13 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 14:13 WIB

Jurnas.net - Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang tidak sekadar penambahan fasilitas pendidikan baru. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi bagian…

Pemerintah Hentikan Ekspor BBL, Kini Indonesia Beralih ke Hilirisasi dan Ekspor Lobster Konsumsi

Pemerintah Hentikan Ekspor BBL, Kini Indonesia Beralih ke Hilirisasi dan Ekspor Lobster Konsumsi

Rabu, 14 Jan 2026 13:07 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 13:07 WIB

Jurnas.net - Penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) oleh pemerintah bukan hanya keputusan administratif. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis…