Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ki-ka, Pionir pengusaha rokok, Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, dan Komisaris PT. Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup, Totok Sugiharto. (Dok: Jurnas.net)
Ki-ka, Pionir pengusaha rokok, Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, dan Komisaris PT. Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup, Totok Sugiharto. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net - Pulau Madura selama ini identik dengan komoditas garam. Namun di balik itu, industri rokok lokal juga tumbuh dan berupaya menembus pasar nasional hingga internasional.

Salah satu pelaku usaha yang tengah menyiapkan lompatan ekspansi adalah Founder & Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. Ia menargetkan produk rokok lokal asal Madura mampu bersaing di pasar Asia, bahkan menembus jaringan perdagangan internasional secara legal dan terstruktur.

Ambisi tersebut tidak dibangun sekadar retorika. Gus Lilur aktif memperluas jejaring sekaligus memperdalam pemahaman mengenai mekanisme ekspor rokok, mulai dari standar kualitas tembakau, formulasi produk, manajemen pabrik, hingga prosedur kepabeanan.

Salah satu langkah strategisnya adalah melakukan pertemuan dengan eksportir rokok asal Pamekasan yang produknya telah menembus pasar Asia dan Eropa.

“Pertemuan ini bermula dari fasilitasi Bea Cukai. Saya masih terus belajar soal ekspor rokok. Dari diskusi ini, saya mendapat banyak wawasan tentang kualitas, manajemen produksi, hingga prosedur legal ekspor,” kata Gus Lilur, Sabtu malam, 28 Februari 2026.

Pengusaha yang ditemuinya dikenal sebagai pionir eksportir rokok asal Madura yang telah memasarkan produknya ke Asia dan Eropa secara legal, salah satunya melalui merek EXODUS.

Diskusi berlangsung intens hingga larut malam di Pamekasan. Dalam pertemuan itu, Gus Lilur memaparkan visinya menjadikan RBS sebagai pemain besar di pasar Asia, bukan hanya di dalam negeri.

Menurutnya, Madura memiliki banyak pabrik rokok, tetapi belum semuanya mampu menembus pasar nasional apalagi ekspor. “Ini peluang sekaligus tantangan. Banyak potensi, tapi perlu keberanian naik kelas dan memenuhi standar internasional,” tegasnya.

Jaringan Sembilan Negara Jadi Modal

Gus Lilur mengungkapkan, jaringan bisnis yang dimilikinya saat ini telah menjangkau sembilan negara di Asia. Hal itu menjadi modal awal untuk memperkuat penetrasi produk RBS ke pasar ekspor yang lebih luas.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepahaman kerja sama bisnis sebagai langkah awal kolaborasi strategis. Identitas mitra tidak dipublikasikan atas permintaan yang bersangkutan, namun ia memastikan sinergi tersebut menjadi pijakan penting mempercepat ekspansi global.

“Lewat penguatan kualitas produk dan dealing usaha yang matang, saya optimistis Rokok Bintang Sembilan bisa menjadi industri rokok lokal andalan dan diminati pasar Asia,” pungkasnya.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Jurnas.net - Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur mulai mengerucutkan fokus pengawasan terhadap dua bank milik daerah, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM…

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-52 tahun, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menegaskan komitmennya untuk terus “naik kelas” melalui transformasi tata k…

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Jurnas.net - Menyambut bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas makna pengabdian tak hanya…

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Jurnas.net - Pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp300 miliar kepada PT Jamkrida Jatim memanas di parlemen. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa…

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Jurnas.net - Momentum Ramadan tak hanya identik dengan peningkatan ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga lonjakan aktivitas digital masyarakat. Mulai dari…

DPRD Jatim Soroti Segmen Multiguna, Wagub Emil Usul Suntikan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

DPRD Jatim Soroti Segmen Multiguna, Wagub Emil Usul Suntikan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

Senin, 23 Feb 2026 10:23 WIB

Senin, 23 Feb 2026 10:23 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan tambahan penyertaan modal sebesar Rp300 miliar kepada PT Jamkrida Jatim. Langkah ini dinilai krusial…