Momentum Hari Santri: Khofifah Serukan Sinergi Ulama-Umara Jaga Negeri

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Khofifah Indar Parawansa. (Insani/Jurnas.net)
Khofifah Indar Parawansa. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sepuluh tahun sejak Hari Santri ditetapkan sebagai hari nasional, gema perjuangan para ulama tak pernah padam. Pada peringatan satu dekade Hari Santri Nasional ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa santri bukan hanya benteng akidah dan moral bangsa, tetapi juga motor penggerak peradaban dunia modern

"Basis dari persaudaraan di negeri ini adalah masyarakat yang senang hidup rukun, damai, dan tenteram. Maka siapa pun yang mengganggu kedamaian, mari bersama kita jaga dan sampaikan pesan bahwa Indonesia membutuhkan kebersamaan untuk saling melindungi,” kata Khofifah, Rabu, 22 Oktober 2025.

Khofifah juga menyinggung sejarah hubungan erat antara ulama dan negara sejak masa Presiden Soekarno. Ia menuturkan, dari dialog intens antara Bung Karno, KH Wahab Chasbullah, dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, lahirlah Resolusi Jihad yang menjadi cikal bakal perjuangan kemerdekaan dan kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

"Bung Karno meminta NU menjadi pagar NKRI bersama ABRI saat itu. Bahkan tradisi halal bihalal yang kini mendunia juga berawal dari gagasan Mbah Wahab dan Bung Karno,” ujar Khofifah.

Oleh karena itu, Khofifah mengajak para santri untuk tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul di bidang politik, teknologi, dan birokrasi. Ia mencontohkan perjalanan kariernya sendiri yang dimulai dari anggota DPR RI pada 1992 hingga kini menjabat kembali sebagai Gubernur Jawa Timur.

"Mudah-mudahan banyak santri yang kelak menjadi politisi, pejabat publik, atau profesional di berbagai bidang. Semoga Allah ijabah niat baik itu,” ucap Khofifah.

Baca Juga : Hari Santri Nasional: Bupati Ipuk Salurkan Rp9,96 Miliar Untuk 14 Ribu Guru Ngaji

Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur memiliki komitmen kuat terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) pesantren. Jatim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren (2022) yang kemudian diturunkan melalui Pergub Nomor 43 Tahun 2023.

Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Jatim telah bermitra dengan 138 perguruan tinggi, 11 UIN, 104 PTKIS, 22 Ma’had Aly, dan Universitas Al Azhar Kairo untuk memperkuat daya saing global santri.

Hingga Agustus 2025, 6.876 kader pesantren dan diniyah telah menerima beasiswa Pemprov Jatim, dengan 4.168 di antaranya telah menyelesaikan studi dari jenjang sarjana hingga doktoral. Selain itu, 28 ribu hafiz-hafizah dan 78.850 imam masjid juga menerima tunjangan kehormatan, sebuah kebijakan yang disebut Khofifah sebagai satu-satunya di Indonesia.

"Ke depan, beasiswa santri akan kita arahkan ke bidang STEM Science, Technology, Engineering, dan Mathematics agar santri mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman,” jelas Khofifah.

Khofifah berpesan agar para santri tetap menjaga akhlak, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. "Mari rawatlah tradisi pesantren, peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik dan ke ranah internasional. Di tangan santri, masa depan Indonesia akan kita tulis bersama santri menjaga NKRI,” pungkas Khofifah.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur mengingatkan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar tidak menjadikan alasan minimnya kompetensi sebagai dalih untuk m…

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga lanjut usia di lokasi proyek saluran …

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Jurnas.net – Kunjungan artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline Shah, ke Banyuwangi m…

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur resmi menggelar kembali ajang sport t…

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Jurnas.net - Di ujung barat Yogyakarta, Ririn Dwi Nurtyani, 17 tahun, dan keluarganya hidup sederhana dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya, Sutiono, 50 tahu…

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …