DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Juru Bicara Fraksi PKS, Harisandi Savari, saat menyerahkan dokumen pandangan fraksi ke pimpinan DPRD Jatim. (Istimewa)
Juru Bicara Fraksi PKS, Harisandi Savari, saat menyerahkan dokumen pandangan fraksi ke pimpinan DPRD Jatim. (Istimewa)

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur mengingatkan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar tidak menjadikan alasan minimnya kompetensi sebagai dalih untuk menghindari kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas. Celah tersebut dinilai berpotensi menjadi praktik diskriminatif yang terselubung di balik aturan yang sejatinya dirancang untuk menghadirkan kesempatan kerja yang setara.

Peringatan keras itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, saat menyampaikan Tanggapan Fraksi terhadap Pendapat Gubernur Jawa Timur atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Harisandi, komitmen perusahaan terhadap rekrutmen tenaga kerja disabilitas tidak boleh berhenti pada slogan inklusivitas atau sekadar memenuhi kewajiban administratif. Yang lebih penting adalah memastikan akses kerja yang benar-benar terbuka dan bebas diskriminasi.

“Fraksi PKS menilai alasan tidak tersedianya penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan kerja tidak boleh menjadi ruang pengecualian yang terlalu luas sehingga berpotensi mengurangi komitmen perusahaan dalam memberikan kesempatan kerja yang inklusif,” kata Harisandi.

Ia menilai, tanpa aturan yang jelas dan mekanisme pengawasan yang ketat, alasan "tidak ada pelamar yang kompeten" bisa menjadi tameng bagi perusahaan untuk menghindari kewajiban memenuhi kuota tenaga kerja disabilitas yang telah diamanatkan dalam regulasi. Karena itu, Fraksi PKS mendukung usulan Gubernur Jawa Timur untuk mempertegas klausul Pasal 21 ayat (5) dalam draf Raperda. Penegasan tersebut dinilai penting agar tidak muncul multitafsir yang berujung pada lemahnya implementasi di lapangan.

PKS mendorong agar setiap perusahaan yang mengklaim tidak menemukan pelamar disabilitas yang memenuhi kualifikasi diwajibkan membuktikan bahwa proses rekrutmen telah dilakukan secara terbuka, aksesibel, dan inklusif.

Tidak hanya itu, klaim tersebut juga harus diverifikasi secara resmi oleh perangkat daerah yang membidangi ketenagakerjaan agar tidak menjadi alasan sepihak yang sulit dipertanggungjawabkan. “Harus ada pembuktian yang objektif dan terukur. Jangan sampai alasan kompetensi justru menjadi celah untuk menutup pintu kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.

Fraksi PKS juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap implementasi kuota tenaga kerja disabilitas. Menurut Harisandi, selama ini banyak regulasi yang memiliki tujuan baik, namun lemah dalam aspek pengawasan sehingga efektivitasnya tidak maksimal.

Karena itu, PKS mendukung penambahan klausul pemantauan, evaluasi, dan pelaporan berkala terhadap kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kuota tenaga kerja penyandang disabilitas sebagaimana diatur dalam Pasal 19 Raperda. “Ketentuan kuota tenaga kerja penyandang disabilitas tidak boleh berhenti hanya sebagai norma hukum di atas kertas. Harus ada mekanisme pengawasan yang jelas agar implementasinya benar-benar berjalan,” katanya.

Menurutnya, pengawasan tersebut harus melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), unsur dunia usaha, serta organisasi penyandang disabilitas agar proses evaluasi berjalan transparan dan akuntabel. Namun demikian, Harisandi menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan ekosistem kerja inklusif tidak hanya dibebankan kepada dunia usaha. Pemerintah juga harus hadir menyiapkan sumber daya pendukung yang memadai.

Pemprov Jawa Timur didorong memperkuat basis data pencari kerja penyandang disabilitas, memperluas pelatihan vokasional yang sesuai kebutuhan industri, menyediakan sertifikasi kompetensi, hingga membangun sistem pendampingan karier yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan afirmatif bagi penyandang disabilitas tidak sekadar mengejar pemenuhan angka kuota, tetapi benar-benar membuka ruang kesetaraan dan kemandirian ekonomi bagi kelompok yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan dalam dunia kerja.

“Implementasi ketentuan kuota tenaga kerja penyandang disabilitas harus menjadi instrumen untuk menghadirkan kesetaraan kesempatan kerja, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menghormati martabat penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari pembangunan Jawa Timur,” pungkasnya.

Atas dasar itu, Fraksi PKS DPRD Jawa Timur menyatakan mendukung penuh agar pembahasan Raperda tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas segera dilanjutkan ke tahapan legislasi berikutnya hingga menjadi payung hukum yang memberikan perlindungan nyata bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur.

Berita Terbaru

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …