Kisah Tukang Kebun Banyuwangi Lari 52 Km sebagai Wujud Syukur Usai Lolos PPPK

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu Abdurrahman yang baru lolos sebagai PPPK Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu Abdurrahman yang baru lolos sebagai PPPK Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Di tengah euforia pengangkatan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK Paruh Waktu, Abdurrahman memilih cara yang sunyi untuk merayakan pengakuan negara atas pengabdiannya. Tukang kebun sekaligus penjaga SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore itu menunaikan nazar dengan berlari sejauh 52 kilometer, tepat setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN.

Tanpa seremoni, tanpa iring-iringan. Usai menerima SK dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Minggu (28/12/2025), pria 45 tahun yang akrab disapa Cak Dur itu mengganti sepatu formalnya dengan sepatu lari. Dari GOR Tawangalun Banyuwangi, ia berlari menuju rumahnya di Glenmore menyusuri jalan ramai, tanjakan panjang, dan panas terik siang hari selama tujuh jam penuh.

Abdurrahman adalah satu dari 4.888 tenaga honorer Banyuwangi yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Selama 17 tahun, ia mengabdi di sekolah tanpa banyak sorotan, merawat halaman, menjaga lingkungan belajar, dan memastikan sekolah tetap berjalan bahkan sebelum guru datang.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai apa yang dilakukan Cak Dur bukan sekadar bentuk syukur personal, melainkan cermin bagaimana pengabdian ASN sejatinya dimulai dari tanggung jawab, bukan status. “Dari Cak Dur kita belajar bahwa ASN itu soal dedikasi jangka panjang. Nazar yang ia pilih tidak ringan. Ini bukan selebrasi, tapi disiplin diri,” kata Ipuk, saat menemui Abdurrahman di SDN 3 Sepanjang, Senin, 6 Januari 2026.

Menurut Ipuk, setiap orang bebas mengekspresikan rasa syukur. Namun pilihan Cak Dur menempuh jalan sulit justru memberi pesan kuat tentang makna pengabdian. “Dia bisa memilih nazar yang mudah. Tapi justru memilih lari 52 kilometer di siang hari. Itu pesan moral yang kuat,” ujarnya sembari menyerahkan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada Abdurrahman.

Ipuk berharap, dengan status baru sebagai ASN daerah, semangat kerja Cak Dur semakin menguat dan menular ke lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu merupakan bagian penting dari ekosistem pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan. “Di sekolah, semua peran itu penting. Dari guru sampai penjaga sekolah, semuanya menentukan kualitas pendidikan,” ucapnya.

Kepada Bupati, Cak Dur mengaku lari memang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia kerap mengikuti event lari di Banyuwangi, Jember, Surabaya hingga Bali, dan telah mengoleksi puluhan medali. Namun lari kali ini, menurutnya, bukan soal hobi atau prestasi. “Ini nazar. Ini janji saya sendiri,” katanya singkat.

Kabar pengangkatan yang ia terima pada Jumat (26/12/2025) membuatnya terdiam lama. Malam itu, tanpa banyak cerita, ia mengucap janji akan berlari dari Kota Banyuwangi ke Glenmore jika SK benar-benar ia terima.

Perjalanan itu tidak mudah. Di jalur Sumbersari–Pandan, tanjakan panjang hampir membuatnya pingsan. Kaki kram, napas berat, namun ia tetap melanjutkan langkah. Di tengah perjalanan, ia berhenti sejenak untuk menunaikan salat Zuhur.
“Yang bikin kuat itu ingat nazar dan dukungan orang-orang di jalan,” ujarnya.

Tepat tujuh jam kemudian, Cak Dur tiba di area sekolah tempatnya mengabdi. Bukan dengan sorak sorai, melainkan rasa lega karena satu janji telah ditepati.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Ipuk menghadiahkan sepasang sepatu lari. Namun bagi Cak Dur, penghargaan terbesar adalah SK PPPK—bukti bahwa kerja sunyi di halaman sekolah akhirnya mendapat pengakuan.

Berita Terbaru

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kapasitas internal dalam memahami tata kelola dan manajemen…

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - Seorang lansia berinisial SYT, 64, warga Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jadi tersangka dugaan tindakan…

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – PSIM Jogja genap menginjak usia ke-97 tahun pada Sabtu, 5 September 2026. Momentum pertambahan umur ini dirayakan manajemen Laskar Mataram dengan m…

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Jurnas.net - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan produk subsidi pemerinta…

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jurnas.net — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, meluas hingga mendekati Pondok Bunder, salah satu jalur menuju Kawah Ijen. K…

Peringati HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kejari Ngawi Gandeng KOMPAK Tanam Pohon Produktif di Srigati

Peringati HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kejari Ngawi Gandeng KOMPAK Tanam Pohon Produktif di Srigati

Jumat, 04 Sep 2026 11:07 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 11:07 WIB

Jurnas.net — Peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia di Kabupaten Ngawi tidak sekadar diisi dengan seremoni. Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi b…