Pemkot Surabaya Fokus Overlay Jalan Rawan Genangan Saat Puncak Musim Hujan

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ruas jalan di Kota Surabaya tampak tergenang air saat musim hujan. (Humas Pemkot Surabaya
Ruas jalan di Kota Surabaya tampak tergenang air saat musim hujan. (Humas Pemkot Surabaya

Jurnas.net - Memasuki puncak musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat upaya pengendalian genangan dengan meningkatkan kualitas jalan di sejumlah titik rawan. Selain normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase, Pemkot juga mengandalkan metode overlay jalan sebagai bagian dari strategi pengurangan genangan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, mengatakan peningkatan jalan menjadi langkah penting untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras.

“Ada beberapa lokasi jalan yang akan kita tingkatkan melalui overlay, dalam rangka pengurangan genangan-genangan,” kata Dedy, Selasa, 3 Februari 2026.

Sejumlah titik telah ditetapkan sebagai prioritas. Salah satunya di wilayah Tenggilis Mejoyo yang selama ini kerap mengalami genangan air. Selain itu, peningkatan juga dilakukan di Ngagel Madya, tepatnya di depan Sekolah Santa Clara.
Tak hanya di Surabaya Selatan dan Timur, kawasan Surabaya Utara juga menjadi perhatian serius Pemkot.

Beberapa ruas jalan di wilayah Perak, seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung, masuk dalam daftar prioritas overlay karena sering tergenang saat intensitas hujan tinggi. Dedy menjelaskan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, fokus utama DSDABM adalah perbaikan jalan berlubang yang meningkat seiring tingginya curah hujan.

“Desember sampai Januari memang prioritas kami adalah perbaikan jalan-jalan berlubang. Karena ini puncaknya musim hujan,” katanya.

Menurutnya, laporan kerusakan jalan dipantau setiap hari dan ditargetkan ditangani maksimal dalam waktu 1x24 jam sejak laporan diterima. “Setiap hari kami pantau laporan jalan berlubang dan langsung kami tindaklanjuti. Target kami maksimal satu hari sudah ditangani,” jelas Dedy.

Dalam kondisi tertentu, jumlah titik perbaikan bisa mencapai hingga 70 lokasi per hari, terutama pada puncak musim hujan.
Untuk mempercepat penanganan, DSDABM mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Jalan yang bersifat mobile. Terdapat sembilan kelompok Satgas, masing-masing beranggotakan sekitar 9–10 personel, yang disebar di seluruh wilayah Surabaya. "Setiap wilayah punya tim sendiri, baik selatan, barat, timur, pusat, maupun utara,” ungkapnya.

Selain Satgas Jalan, Pemkot Surabaya juga mengoperasikan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap merespons laporan kerusakan jalan kapan pun dibutuhkan. “Kami juga punya Tim URC yang setiap saat bisa menindaklanjuti laporan. Setiap hari kami keliling,” ujar Dedy.

Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal pengaduan, mulai dari Aplikasi WargaKu, aplikasi Sigap Jalan milik perangkat kelurahan dan kecamatan, media sosial resmi Pemkot Surabaya, hingga layanan Command Center 112. “Semua laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…