Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mall yang berada di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR). Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan pada area basement dan lantai dasar, meliputi pembenahan total fasad serta penguatan struktur pilar bangunan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, mengatakan revitalisasi ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang ingin menghidupkan kembali kawasan eks Hi-Tech Mall sebagai ruang produktif dan berkelanjutan bagi generasi muda.
“Pak Wali Kota rutin turun langsung ke lokasi. Tujuannya jelas, kawasan ini harus kembali hidup dan bisa dimanfaatkan anak-anak muda. Karena itu, kami juga melibatkan banyak OPD serta komunitas,” kata Iman, Kamis, 5 Februari 2026.
Sejumlah perangkat daerah turut dilibatkan dalam pengembangan kawasan tersebut, di antaranya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), BPKAD, serta BRIDA. Pemkot Surabaya juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif dan kepemudaan.
Dalam pengembangannya, eks Hi-Tech Mall akan mengusung konsep Science, Creative, and Technology Hub, yang diarahkan menjadi pusat aktivitas berbasis teknologi informasi, riset, dan industri kreatif. “Sesuai arahan Wali Kota, kami sedang mematangkan konsep baru agar kawasan ini menjadi pusat sains, kreativitas, dan teknologi di Surabaya,” jelasnya.
Untuk memperkuat ekosistem inovasi, Pemkot Surabaya berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset. Di antaranya Universitas Ciputra (UC) melalui Apple University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan dukungan Microsoft, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan kegiatan riset.
Selain itu, KORIDOR Coworking & Creative Space yang saat ini berada di Gedung Siola direncanakan akan dipindahkan ke eks Hi-Tech Mall. Rumah Bahasa yang selama ini berada di Balai Pemuda juga akan ikut direlokasi dan dilengkapi fasilitas perpustakaan.
“Sejumlah organisasi kepemudaan seperti Komunitas Cak & Ning, KONI, KORMI, hingga Karang Taruna juga akan berkantor di kawasan ini. Konsep besarnya adalah menjadikan eks Hi-Tech Mall sebagai self improvement center, khususnya bagi anak muda Surabaya,” terangnya.
Pemkot Surabaya menargetkan aktivitas tahap awal dapat mulai berjalan pada Mei 2026. Namun, karena bangunan telah lama tidak digunakan, revitalisasi dilakukan secara bertahap. “Untuk tahap awal kami fokus di basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Lantai satu dan dua akan menyusul,” ujarnya.
Gedung eks Hi-Tech Mall sendiri memiliki lima lantai. Basement akan difungsikan sebagai area toko modern, food court, serta multifunction hall untuk kegiatan komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan toko-toko IT dan dilengkapi area F&B seperti coffee shop.
Lantai satu dan dua dirancang sebagai ruang organisasi kepemudaan, studio musik, serta pusat industri kreatif. Sementara di lantai tiga akan dikembangkan immersive space, yakni ruang audio visual interaktif untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni.
“Fasilitas olahraga seperti paddle, billiard, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal juga akan dihadirkan,” tambah Iman.
Di sisi belakang kawasan, area konser Surabaya Expo Center (SBEC) kini telah aktif dan menjadi magnet baru bagi masyarakat. Sementara bekas kolam renang tengah diproses untuk dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya.
“Dengan berbagai konsep tersebut, kami optimistis eks Hi-Tech Mall akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, sekaligus destinasi baru keluarga di jantung Kota Surabaya,” pungkasnya.
Editor : Rahmat Fajar