Rawan Pohon Tumbang, Warga Surabaya Diimbau Siaga Cuaca Ekstrem

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pohon tumbang mengenai mobil di Kota Surabaya. (Istimewa)
Pohon tumbang mengenai mobil di Kota Surabaya. (Istimewa)

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan status kewaspadaan kota menyusul cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat disertai angin kencang tak hanya memicu pohon tumbang dan reklame roboh di sejumlah titik, tetapi juga menjadi ujian kesiapsiagaan seluruh elemen kota, mulai dari pemerintah hingga warga.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini bukan fenomena biasa. Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Surabaya dan wilayah sekitarnya berada dalam fase cuaca ekstrem pada periode 1–10 Februari 2026, dengan potensi hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga puting beliung.

“Kondisi cuaca beberapa hari ini sangat luar biasa dan sulit diprediksi. Dampaknya sudah kita rasakan, mulai dari pohon tumbang sampai reklame roboh. Karena itu, kami minta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan,” kata Eri, Senin, 9 Februari 2026.

Tak sekadar imbauan, Pemkot Surabaya menggerakkan struktur paling bawah pemerintahan. Seluruh lurah dan camat diminta aktif menyampaikan informasi mitigasi kepada warga di wilayah masing-masing, sekaligus memastikan jalur komunikasi darurat tetap terbuka.

Eri menekankan, ruang terbuka justru menjadi area paling berisiko saat hujan disertai angin kencang. Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon rindang.
“Kecepatan angin sekarang tidak bisa ditebak. Pohon besar saja bisa tumbang. Jadi saat hujan, berlindunglah di dalam bangunan yang aman,” tegasnya.

Menurut Eri, tantangan terbesar cuaca ekstrem adalah sifatnya yang berubah mendadak, terutama pada malam hari. Kondisi yang tampak normal di siang hari bisa berbalik menjadi hujan deras disertai angin kencang dalam waktu singkat. “Siang hari terasa biasa, tapi malam bisa berubah drastis. Inilah yang harus diwaspadai bersama,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya memastikan kehadiran negara saat bencana kecil terjadi. Eri mencontohkan penanganan cepat di kawasan Manyar, ketika rumah warga terdampak angin kencang. Pemkot langsung memberikan bantuan darurat berupa terpal hingga perbaikan atap rumah. “Kalau ada rumah roboh atau atap rusak, pemerintah akan hadir. Kita pasang terpal dulu, lalu kita bantu perbaikannya,” jelasnya.

Namun, Eri juga menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keselamatan kota sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi warganya. “Tidak semuanya bisa ditangani pemerintah. Kita harus berjibaku bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan,” katanya.

Sebagai langkah cepat, warga diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 jika menemukan kejadian berbahaya akibat cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau prakiraan cuaca, berhati-hati di jalan, serta menghindari area rawan saat kondisi memburuk.

Eri mengajak seluruh warga menjadikan kewaspadaan sebagai budaya bersama. “Kita berdoa agar Surabaya dijauhkan dari bencana. Tapi yang terpenting, kita siaga dan saling menjaga,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Pelantikan Pengurus IMBAS Dirangkai Forum Strategis Bahas Masa Depan Pendidikan Pulau Bawean

Pelantikan Pengurus IMBAS Dirangkai Forum Strategis Bahas Masa Depan Pendidikan Pulau Bawean

Jumat, 26 Jun 2026 18:04 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (IMBAS) akan menggelar pelantikan pengurus baru di gedung Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Kec. Sangkapura, Pulau B…

PLN Luncurkan Program BARUNA, Restorasi Terumbu Karang Bali untuk Selamatkan Laut dan Ekonomi Pesisir

PLN Luncurkan Program BARUNA, Restorasi Terumbu Karang Bali untuk Selamatkan Laut dan Ekonomi Pesisir

Jumat, 26 Jun 2026 17:16 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan m…

Delegasi 16 Negara Belajar Kehutanan Berkelanjutan di Banyuwangi, Kagumi Alam hingga Keramahan Warga

Delegasi 16 Negara Belajar Kehutanan Berkelanjutan di Banyuwangi, Kagumi Alam hingga Keramahan Warga

Jumat, 26 Jun 2026 15:38 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 15:38 WIB

Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali mencuri perhatian dunia internasional. Daerah di ujung timur Pulau Jawa ini dipercaya menjadi lokasi Capacity B…

Pertalite dan Solar Langka, Pertamina Akui Penyaluran Biosolar Tembus 100 Persen Kuota Berjalan

Pertalite dan Solar Langka, Pertamina Akui Penyaluran Biosolar Tembus 100 Persen Kuota Berjalan

Jumat, 26 Jun 2026 14:32 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 14:32 WIB

Jurnas.net – Klaim PT Pertamina Patra Niaga bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Jawa Timur dalam kondisi aman justru berbanding terbalik dengan k…

DPRD Bongkar Borok BUMD Jatim, Dari Dividen Terutang hingga Rangkap Jabatan Direksi

DPRD Bongkar Borok BUMD Jatim, Dari Dividen Terutang hingga Rangkap Jabatan Direksi

Kamis, 25 Jun 2026 20:26 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:26 WIB

Jurnas.net – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur kembali menjadi sorotan tajam. Di tengah besarnya penyertaan modal yang telah digelontorkan P…

KREAFEST 2026, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI Lawan Hoaks dan Kejahatan Digital

KREAFEST 2026, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI Lawan Hoaks dan Kejahatan Digital

Kamis, 25 Jun 2026 15:04 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 15:04 WIB

Jurnas.net – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Polda Jawa Timur mengajak generasi muda u…