Jurnas.net - DPW Partai Nasdem Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) membantah isi pemberitaan Tempo berjudul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk,”. Isi di dalam karya tersebut dianggap tak sepenuhnya benar.
"Informasi itu tidak mencerminkan produk pers yang berkode etik karena tidak sesuai fakta dan tidak berimbang," kata juru bicara DPW Partai Nasdem DIY, Aulia Reza Bastian di Yogyakarta pada Selasa, 14 April 2026.
Aulia menjelaskan tulisan di dalam Majalah Tempo bernada tendensius dan tidak ada usaha Tempo untuk mewawancarai Surya Paloh sebagai narasumber. Ia juga menyebut Tempo seolah menyerang sisi personal Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, seperti aspek bisnisnya yang tidak berhubungan dengan kasus apapun. Aulia Reza menyatakan hal itu menjadi bentuk propaganda untuk menjatuhkan marwah Partai NasDem.
"Tempo juga mengulas fenomena yang terjadi pada Partai NasDem merupakan cermin rapuhnya partai personal. Suksesi kepemimpinan NasDem membuat isu keretakan di internal. Informasi itu tidak berbasis fakta," kata dia.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW Partai Nasdem DIY ini berujar jajaran partai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) telah menggelar pertemuan daring pascaterbitnya artikel Tempo tersebut. Ia mengatakan hasil pertemuan Tempo sudah kebablasan memberikan judul artikel “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk,” telah melukai jajaran partai.
"Ini sama dengan menggeser perjuangan partai menjadi perusahaan. Tempo tidak menilai Nasdem secara proporsional sebagai institusi yang menjaga pilar demokrasi. Padahal, Nasdem konsisten berjuang untuk menyehatkan demokrasi. Pada Pemilu 2024, meski dengan berbagai upaya penjegalan, Nasdem tetap tegak mendapat kenaikan suara menjadi 14.660.516 suara atau 9,6 persen. Sayangnya Tempo tidak melihat itu," ujarnya.
Terkait tudingan banyaknya kader Nasdem yang pindah ke partai lain, ia melanjutkan, situasi di internal Nasdem tetap solid. Ia menyebut struktur dan mesin partai tetap utuh. Militansi kader Nasdem di Jogja disebut tetap kuat.
"Nasdem di DIY tidak akan emosional atau bertindak anarkis melawan upaya propaganda politik. Apabila ada kader pindah itu suatu kewajaran, yang masuk juga ada. Apabila ada perpecahan internal ini hanya hasrat ambisi saja," katanya.
Ia menegaskan Nasdem di DIY tetap menjaga budaya Jogja yang arif dan santun serta menujunjung tinggi kebebasan berpendapat. Nasdem DIY mendesak Tempo meminta maaf secara terbuka sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalisme dan integritas insan pers. Selain itu, juga memuat berita klarifikasi atau bantahan yang memulihkan reputasi Partai Nasdem dan Surya Paloh.
"Kami mengingatkan agar Tempo memegang kode etik jurnalistik dan menyampaikan kebenaran, sekaligus penghormatan atas harkat martabat setiap narasumber. Kode etik harus menjadi pedoman agar Tempo lebih bermoral dan tidak menjadi industri pers yang brutal. Kalau Tempo tak mengindahkan tuntutan kami akan koordinasi dengan DPP apa yang akan dilakukan," ucap Aulia Reza.
Editor : Mustaqim