Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pohon pisang petani di Gunungkidul berbuah beberapa tandan. Dok. Istimewa
Pohon pisang petani di Gunungkidul berbuah beberapa tandan. Dok. Istimewa

Jurnas.net - Sebuah pohon pisang di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh dengan unik karena menghasilkan hingga empat tandan buah dalam satu batang pohon. Pohon pisang tersebut milik warga Dusun Wonongso, Kelurahan Tancep, Kecamatan Ngawen, yakni Pringadi. 

Pringadi menyebut varietas pohon pisang itu terbukti tahan terhadap serangan virus yang selama ini meresahkan petani pisang di wilayah tersebut. Ia mengatakan dirinya melihat keunikan pada sebuah batang pohon pisang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan anakan yang tumbuh kembar sekitar 1,5 tahun lalu. Saat tanaman dewasa, kata dia, menghasilkan jumlah tandan buah yang bervariasi, mulai dari dua, tiga, hingga empat tandan sekaligus.

"Bibit pisang ini awalnya berasal dari Sambirejo, yang merupakan hasil program KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dusun Wonongso sendiri kala itu berfungsi sebagai daerah penyangga untuk program budidaya pisang tersebut." ujar Pringadi pada Rabu, 18 Mei 2026. 

Hasil tinjauan di lapangan menunjukkan fenomena ini dikategorikan sebagai bentuk mutasi genetika yang terjadi secara alami. Saat ini, budidaya pisang tersebut telah memasuki keturunan atau masa panen yang ketujuh kalinya, dengan karakteristik buah yang tetap konsisten.

Selain kemampuannya berbuah banyak, kata dia, keunggulan utama dari varietas ini yakni daya tahan yang luar biasa terhadap penyakit. Pringadi menjelaskan, pada saat pohon pisang lain di sekitarnya habis terserang virus atau yang oleh warga lokal disebut sebagai penyakit bombrong, pisang miliknya ini tetap tumbuh sehat. Bahkan, bibit ini tetap mampu bertahan meskipun ditanam di lahan bekas tanaman yang sebelumnya terjangkit virus.

"Secara fisik, pisang ini termasuk dalam jenis Ambon, namun memiliki perbedaan dengan Ambon Jawa pada umumnya," ujar Pringadi.

Kulit buahnya cenderung berwarna agak kehijau-hijauan dengan rasa yang manis. Ukuran buahnya pun tergolong besar, di mana satu pohon yang dipanen pernah terjual dengan harga mencapai Rp130.000. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, Pirngadi mengaku lebih sering mengonsumsi buah tersebut bersama keluarga dan membagikannya kepada tetangga sekitar.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan telah meninjau lokasi kebun milik Pringadi. Melihat potensi yang ada, pemerintah setempat berencana membudidayakan dan menangkarkan tanaman ini secara lebih luas.

"Mungkin ke depan kami bisa memberikan nama khusus untuk varietas ini agar dapat menjadi ikon baru bagi Kapanewon (kecamatan) Ngawen, khususnya Kelurahan Tancep," ucap Endah. 

 

Berita Terbaru

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Ketika Ketua Golkar Jatim Disambut Pencak Silat Bawean, Warisan Budaya Leluhur yang Tetap Lestari

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB

Jurnas.net – Safari politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026, diawali dengan nuansa b…

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Golkar Safari Politik ke Bawean, Legislator Pusat hingga Daerah Jemput Aspirasi Warga Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 13:54 WIB

Jurnas.net – Rombongan legislator Partai Golkar mulai dari anggota DPR RI, pimpinan DPRD, hingga anggota DPRD Kabupaten Gresik bertolak ke Pulau Bawean, K…

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Golkar Jatim Safari Politik ke Bawean, Ali Mufthi: Konsolidasi Partai Harus Menyentuh Wilayah Kepulauan

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 08:25 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur memulai safari politik ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu, 4 Juli 2026. Kunjungan s…

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Jurnas.net – Temuan kepolisian bahwa pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur didominasi anak-anak usia sekolah memunculkan kekhawatiran b…

Surabaya Printing Expo 2026 Bidik Pasar Indonesia Timur yang Kian Tumbuh

Surabaya Printing Expo 2026 Bidik Pasar Indonesia Timur yang Kian Tumbuh

Jumat, 03 Jul 2026 18:07 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 18:07 WIB

Jurnas.net – Industri percetakan nasional tengah memasuki babak baru. Lonjakan kebutuhan kemasan produk, digital printing, label, hingga media promosi yang d…

Tak Cukup Sita 3,37 Ton Ganja, Ansor Bawean Minta Jaringan Narkoba Diburu hingga Tuntas

Tak Cukup Sita 3,37 Ton Ganja, Ansor Bawean Minta Jaringan Narkoba Diburu hingga Tuntas

Jumat, 03 Jul 2026 13:25 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 13:25 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan dugaan penyelundupan ganja seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik memunculkan kekhawatiran baru terhadap ancaman peredaran narkotika di …