Kuota SMP Capai 42 Ribu Kursi, Pemkot Surabaya Pastikan Semua Siswa Tertampung

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siswa di Surabaya saat daftar SPMB. (Humas Pemkot Surabaya)
Siswa di Surabaya saat daftar SPMB. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kepastian tersebut disampaikan seiring sinergi antara sekolah negeri dan swasta yang dinilai mampu menampung seluruh lulusan SD di Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya menegaskan tidak akan ada anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan karena keterbatasan daya tampung sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan kapasitas sekolah yang disiapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mencukupi untuk menampung lulusan SD negeri maupun swasta.

“Sekolah negeri dan swasta berkolaborasi. Insyaallah berdasarkan kuota yang sudah disiapkan Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tetap bisa bersekolah pada tahun 2026,” kata Eddy Christijanto, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Eddy, Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan sekolah negeri dalam pelaksanaan SPMB, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan sekolah swasta agar seluruh siswa tetap mendapatkan tempat belajar yang layak.

Hal senada disampaikan Pemerhati Pendidikan sekaligus Perlindungan Anak LPA Jawa Timur, Isa Anshori. Ia menilai kapasitas sekolah di Surabaya masih sangat memadai untuk menampung seluruh anak usia sekolah pada pelaksanaan SPMB 2026/2027.

Isa menyebut total daya tampung SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai sekitar 42.000 kursi. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi seluruh lulusan SD dari sekolah negeri maupun swasta. “Kalau total daya tampung mencapai 42 ribu kursi, artinya tidak ada anak Surabaya usia sekolah yang tidak sekolah,” kata Isa Anshori.

Ia menjelaskan, dari total kapasitas tersebut, kuota SMP negeri mencapai sekitar 17.000 kursi, sementara jumlah lulusan SD negeri dan swasta di Surabaya diperkirakan mencapai sekitar 41.000 siswa. Dengan komposisi tersebut, sekitar 40 persen siswa diperkirakan tertampung di SMP negeri, sedangkan sisanya akan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang juga telah disiapkan pemerintah sebagai bagian dari sistem pendidikan kota.

“Proporsi kuota SMP negeri sekitar 40 persen, sedangkan sekolah swasta sekitar 60 persen. Jadi semuanya tetap tertampung,” jelasnya.

Menurut Isa, selama proses SPMB berjalan sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku, maka tidak ada alasan bagi anak usia sekolah di Surabaya untuk tidak melanjutkan pendidikan. “Selama pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan, saya kira tidak ada anak usia sekolah di Surabaya yang tidak sekolah,” tegasnya.

Pemkot Surabaya berharap kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta dapat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan sekaligus memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan secara adil dan berkelanjutan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Berita Terbaru

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:16 WIB

Jurnas.net – Lutfi J. Kurniawan, peraih suara terbanyak dalam pemilihan Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur …