Garudayaksa Juarai Championship, Stadion Maguwoharjo Membara

author Rhobi Shani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana stadion Maguwoharjo usai babak adu penalti pada pertandingan PSS Sleman melawan Garudayaksa.
Suasana stadion Maguwoharjo usai babak adu penalti pada pertandingan PSS Sleman melawan Garudayaksa.

Jurnas.net - Pertandingan final Championship League atau Liga 2 yang mempertemukan PSS Sleman melawan Garudayaksa di Stadion Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, berlangsung seru. Laga puncak kompetisi kasta kedua tersebut dimenangi Garudayaksa melalui babak adu penalti. 

Meski bertajuk laga kompetisi kasta kedua di Indonesia, laga final ini menyedot animo penonton sepak bola, khususnya pendukung PSS Sleman. Di lapangan, aksi saling serang terjadi hampir sepanjang pertandingan. 

Garudayaksa mampu menyentak tuan rumah dengan unggul 2-0 pada babak pertama, yakni melalui gol Alvin Kelilau menit 23 dan eksekusi penalti Everton Nascimento menit 36. PSS Sleman merepons pada babak kedua dengan memperkecil dan menyemakam marjin skor lewat dua gol Gustavo Tocantins menit 50 dan 90+3. 

Laga yang berkesudahan imbang 2-2 tersebut harus dilanjutkan pada babak extra time. Pada tambahan waktu 2X15 menit tersebut, skor masih tak berubah hingga diputuskan pengadil dilanjutkan babak adu penalti. 

Pada babak adu penalti ini akhir Garudayaksa menang atas PSS Sleman dengan skor tembakan penalti 4-3. Satu eksekutor penalti Garudayaksa, Everton Nascimento gagal mencetak gol. Sementara, penendang penalti PSS Sleman, Kevin Gomez dan Gustavo Tocantins tembakannya digagalkan kiper Garudayaksa, Yoewanto Stya Beny.

Pelatih Garudayaksa, Widodo C Putro mengatakan senang timnya bisa memenangkan pertandingan. Secara hasil, ia menyebut sudah sesuai yang diharapkan para pemainnya. 

Sementara, Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mengatakan anak aduhnya telat panas dan melakukan kesalahan sehingga harus tertinggal 0-2 pada babak pertama. Ia kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Irfan Movu pada babak kedua. Hasilnya, mereka mampu menyamakan skor hingga memaksa laga berlanjut hingga adu penalti. 

"Hasil penalti ini banyak faktor. Harapannya PSS Sleman ke depan bisa lebih baik lagi di Liga 1 (Super League)," kata Ansyari setelah pertandingan. 

Pesan Kemanusiaan 

Laga PSS Sleman melawan Garudayaksa menyuguhkan dukungan penuh di dalam dan di luar stadion. Di tribun, pekikan lantang dukungan suporter PSS Sleman berkumandang hampir sepanjang laga. 

Namun, suporter di tribun memberikan suguhan mendalam dari sejumlah aspek. Tiga sisi tribun penonton di Stadion Maguwoharjo menampilkan koreo roket yang seolah berjalan dan meledak pada titik akhir. Poin dari koreo para suporter yakni kritik terhadap terjadinya perang yang mengakibatkan krisis kemanusiaan dan berdampak secara global. 

Setelah itu, koreo berlanjut dengan dukungan suporter PSS Sleman kepada tim dukungannya. Koreo tersebut berlangsung sekitar 20 menit. 

Atmosfer panas tak hanya ada di lapangan pertandingan. Suporter yang berada di tribun juga ikut 'memanas' pada malam tersebut. Saat pemenang pertandingan telah diketahui, tanpa dikomando flare hingga bom asap menguar. 

Asap menguar di hampir berbagai titik di tribun penonton. Pemain hingga ofisial Garudayaksa FC langsung berlari ke ruang ganti hingga suasana mereda. 

Penyelenggara pertandingan memberikan imbauan para penonton menjaga situasi keamanan. Selang waktu sekitar setengah jam, hampir semua penonton meninggalkan tribun dan dilanjutkan pemberian apresiasi kepada pemenang pertandingan. PSS Sleman terancam sanksi dari peristiwa tersebut. 

Membangun Sepak Bola

Ansyari Lubis memberikan selamat ke Garudayaksa yang telah menjadi juara Liga 2. Ia merasa gairah sepak bola yang sangat kental dan berharap PSS Sleman mampu berkontribusi dalam perkembangan sepak bola di Indonesia. 

Sementara, Widodo C Putro mengatakan sepak bola bukan sekadar siapa yang kalah dan menang. Ia menilai sportivitas menjadi pondasi agar sepak bola Indonesia terus berkembang. 

"Kita juara bersama dan bersama membangun sepak bola Indonesia," kata dia. 

Berita Terbaru

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Ternyata Kerabat Korban

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 18:46 WIB

Jurnas.net – Pelarian pria berinisial YA (35), tersangka pembunuhan terhadap Nurami (79), warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, K…

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jurnas.net – Dugaan pencurian kursi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap modus yang tidak biasa. Terduga pelaku diduga memanfaatkan mobil a…

Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif

Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif

Jumat, 07 Agu 2026 15:42 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 15:42 WIB

Jurnas.net – Keramahan masyarakat Banyuwangi dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari menarik perhatian peserta konferensi internasional I…

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jurnas.net – Karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadirkan tantangan besar dalam menjaga konektivitas, keamanan, s…

Surabaya Raih Dua Penghargaan Nasional, Satu Data Berbasis NIK Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Surabaya Raih Dua Penghargaan Nasional, Satu Data Berbasis NIK Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 07 Agu 2026 13:28 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 13:28 WIB

Jurnas.net – Transformasi digital berbasis data kependudukan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui i…

Transportasi Bawean Lumpuh, Warga Desak Pemkab Gresik Akhiri Solusi Tambal Sulam

Transportasi Bawean Lumpuh, Warga Desak Pemkab Gresik Akhiri Solusi Tambal Sulam

Jumat, 07 Agu 2026 08:21 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 08:21 WIB

Jurnas.net – Lumpuhnya layanan penyeberangan Gresik–Bawean akibat cuaca buruk kembali memantik kritik masyarakat. Berbagai elemen warga Bawean menilai per…