Geopark Ijen Targetkan Raih Green Card UNESCO, Jatim Siapkan Strategi Pertahankan Status Dunia

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Status kawasan Geopark Ijen sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) memasuki fase krusial. Tahun ini, geopark kebanggaan Jawa Timur tersebut akan menjalani proses revalidasi yang menentukan apakah status kelas dunia itu dapat dipertahankan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pihak di Banyuwangi dan Bondowoso mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi penilaian ulang dari asesor UNESCO.

Revalidasi ini menjadi tahapan penting untuk meraih Green Card, yakni status tertinggi yang menandakan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar internasional. Evaluasi dilakukan setiap empat tahun dengan tiga kemungkinan hasil: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dua tahun), atau Red Card (dicabut).

“Kami diminta Ibu Gubernur untuk menyiapkan seluruh proses secara matang sebelum tim asesor UGG melakukan peninjauan langsung,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu, 15 April 2026.

Ipuk menegaskan, status Green Card bukan sekadar simbol, melainkan kunci bagi masa depan kawasan. Status tersebut diyakini berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata, masuknya investasi, hingga terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya label, tapi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari pariwisata hingga pelestarian budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan diminta memiliki visi dan komitmen yang sama, termasuk menyusun rencana aksi terpadu untuk memenuhi seluruh indikator penilaian UNESCO.

Revalidasi tahun 2026 menjadi evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi masuk jaringan UGG pada 2023. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat kini berpacu memastikan seluruh rekomendasi UNESCO telah dijalankan.

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari forum diskusi dengan pelaku pariwisata, pemberdayaan masyarakat di kawasan geopark, hingga peninjauan langsung sejumlah situs unggulan seperti Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan sejumlah catatan penting dari UNESCO yang kini tengah dipenuhi. Di antaranya penguatan riset geologi, penambahan panel edukasi, pelestarian budaya lokal, hingga peningkatan aktivitas event berskala nasional dan internasional.

Selain itu, kolaborasi dengan geopark lain dalam jaringan UGG juga terus ditingkatkan sebagai bagian dari indikator penilaian global. "Rekomendasi sudah kami jalankan secara bertahap. Dokumen dan data pendukung revalidasi juga sudah disampaikan ke UNESCO melalui Bappenas,” jelasnya.

Ipuk optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong, Geopark Ijen mampu mempertahankan statusnya sebagai geopark dunia. Revalidasi ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi Geopark Ijen sebagai destinasi unggulan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat global.

"Saya yakin, dengan komitmen dan kerja bersama, kita bisa memenuhi seluruh rekomendasi dan meraih Green Card,” pungkasnya.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Air Baku Tercemar, PAM Surya Sembada Perkuat Sistem Deteksi Dini

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:31 WIB

Jurnas.net - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem antisipasi pencemaran air baku, setelah muncul keluhan…