Polda Jatim Selidiki 27 Kg Kokain di Pesisir Sumenep, Diduga Terkait Jalur Penyelundupan Laut

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto merilis temuan puluhan kilogram kokain di pesisir Sumenep. (Insani/Jurnas.net)
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto merilis temuan puluhan kilogram kokain di pesisir Sumenep. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Temuan puluhan kilogram narkotika di wilayah kepulauan Madura memicu kewaspadaan aparat penegak hukum. Polda Jawa Timur melalui Polres Sumenep kini memburu jaringan di balik penemuan paket diduga kokain seberat total 27,83 kilogram di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, menegaskan bahwa temuan ini tidak bisa dipandang sebagai kasus biasa. Ia menduga kuat adanya keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika skala besar yang memanfaatkan jalur laut.

“Barang bukti telah kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk memastikan kandungan zatnya sekaligus memperkuat pembuktian hukum,” kata Nanang, Kamis, 16 April 2026.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya benda asing di kawasan pantai. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Giligenting langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan sekitar pukul 16.15 WIB.

Di lokasi, petugas menemukan 23 bungkusan plastik bertuliskan “BUGATTI” yang diduga berisi narkotika. Sebanyak 9 paket ditemukan dalam tas berbahan terpal warna abu-abu, sementara 14 lainnya tercecer di sekitar pesisir.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Sumenep untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hasil uji laboratoris Bidlabfor Polda Jatim memastikan bahwa 22 dari 23 bungkusan tersebut mengandung kokain, sementara satu bungkusan lainnya kosong.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa paket tersebut merupakan bagian dari upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut yang gagal atau sengaja dibuang untuk menghindari kejaran aparat.

Hingga kini, polisi masih mendalami asal-usul barang, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat. Belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Nanang menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan jaringan narkotika nasional maupun internasional. Selain itu, pengawasan di wilayah pesisir dan kepulauan akan diperketat guna mencegah jalur laut dimanfaatkan sebagai pintu masuk peredaran narkotika.

Nanang turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menjadi kunci awal terungkapnya kasus ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan aparat dalam memberantas narkotika. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan temuan ini. Peran serta masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Eks Anak Buah Khofifah Didakwa Terima Rp 4,09 Miliar dalam Kasus Pungli Izin Tambang di Dinas ESDM Jatim

Eks Anak Buah Khofifah Didakwa Terima Rp 4,09 Miliar dalam Kasus Pungli Izin Tambang di Dinas ESDM Jatim

Rabu, 14 Okt 2026 14:53 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 14:53 WIB

Jurnas.net – Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Aris Mukiyono, didakwa menerima uang sebesar Rp 4,09 miliar dalam perkara d…

Satpol PP Surabaya Segel 5 Toko Miras, Karena Jual Alkohol Eceran hingga ke Anak-anak

Satpol PP Surabaya Segel 5 Toko Miras, Karena Jual Alkohol Eceran hingga ke Anak-anak

Rabu, 14 Okt 2026 11:08 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan peredaran minuman beralkohol yang diduga melanggar ketentuan. Hasilnya, sebanyak 10 lo…

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Jurnas.net -  Pemerintah pusat merencanakan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. RSUD RA Kartini Jepara menjadi salah satu …

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Jurnas.net – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli suara d…

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…