Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat budaya literasi masyarakat dengan menghadirkan inovasi layanan perpustakaan keliling berbasis kendaraan listrik. Sebagai bagian dari kado Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Pemkot Surabaya menambah empat mobil perpustakaan listrik yang akan mulai beroperasi pada Mei 2026.
Langkah ini menjadi upaya konkret Pemkot Surabaya dalam memperluas akses literasi sekaligus mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Pahlawan. Armada baru tersebut nantinya akan melayani sekolah, lingkungan masyarakat, hingga berbagai komunitas literasi secara gratis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, mobil perpustakaan listrik itu dirancang bukan hanya sebagai sarana peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang edukasi bergerak yang lebih interaktif bagi masyarakat.
“Mobil listrik itu nanti memfasilitasi komunitas, RT/RW kalau acara literasi, termasuk masuk ke sekolah-sekolah,” kata Yusuf Masruh, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, empat armada baru tersebut akan melengkapi empat mobil perpustakaan konvensional yang sebelumnya telah dimiliki Dispusip Surabaya. Dengan tambahan itu, total armada mobil perpustakaan keliling milik Pemkot Surabaya kini menjadi delapan unit. “Yang lama kan ada empat, dan yang baru nanti ada empat. Jadi total nanti ada delapan mobil perpustakaan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, seluruh armada tambahan menggunakan kendaraan listrik demi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi kendaraan. Konsep ini dinilai sejalan dengan komitmen Pemkot Surabaya dalam memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan di berbagai sektor pelayanan publik.
“Kita pakai mobil perpustakaan listrik, agar efektif, praktis dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Mobil perpustakaan listrik tersebut nantinya akan dilengkapi ribuan koleksi buku bacaan, fasilitas dongeng anak, hingga sarana belajar interaktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Kehadiran layanan itu diharapkan mampu mendekatkan akses literasi ke kawasan permukiman dan sekolah-sekolah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Selain memperluas jangkauan layanan, Dispusip Surabaya juga akan membagi wilayah operasional armada lama dan baru agar distribusi pelayanan literasi lebih merata di seluruh kawasan Kota Surabaya. “Nanti kita bagi wilayah. Karena ada mobil perpustakaan yang lama, ada yang baru,” pungkas Yusuf.
Editor : Rahmat Fajar