Jurnas.net – Sebanyak 32.187 calon murid belum berhasil memperoleh bangku sekolah pada Tahap 3 Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 jalur Prestasi Nilai Akademik SMA. Dari total 62.056 pendaftar, hanya 29.869 peserta yang dinyatakan lolos seleksi.
Meski demikian, peluang bagi puluhan ribu peserta tersebut belum sepenuhnya tertutup. Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih membuka satu tahapan terakhir, yakni Jalur Prestasi Nilai Akademik SMK, yang menawarkan kuota hingga 65 persen dari total daya tampung di setiap SMK.
Setelah pengumuman hasil seleksi pada 26 Juni 2026, seluruh peserta yang diterima diwajibkan melakukan daftar ulang. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur juga memastikan kursi yang kosong akibat peserta tidak melakukan daftar ulang akan kembali diperebutkan melalui jalur pemenuhan kuota yang dibuka mulai 29 Juni 2026.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta peserta yang belum berhasil lolos agar tidak kehilangan semangat karena kesempatan masih terbuka. "Jangan berkecil hati jika belum diterima pada tahap ini. Masih ada jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang dapat dimanfaatkan. Yang terpenting adalah terus mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal," kata Khofifah, Senin, 29 Juni 2026.
Di sisi lain, Khofifah mengingatkan peserta yang telah diterima agar tidak mengabaikan proses daftar ulang. "Jangan sampai tidak daftar ulang. Kalian telah bersaing dengan ratusan ribu pendaftar lain. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujarnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan SPMB Jawa Timur telah menerima 154.616 murid dalam tiga tahap seleksi. Rinciannya, tahap pertama menerima 54.056 murid dari 213.066 pendaftar, tahap kedua 70.691 murid dari 138.820 pendaftar, dan tahap ketiga 29.869 murid dari 62.056 pendaftar.
Khofifah menegaskan, peserta yang belum lolos SMA tidak perlu menganggap SMK sebagai pilihan kedua. Menurutnya, pendidikan vokasi kini semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja karena kurikulumnya disusun bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Selain pembelajaran berbasis kompetensi, siswa SMK juga memperoleh sertifikasi keahlian dan kesempatan mengikuti Program Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1. Program tersebut membuka peluang bekerja maupun magang di Jepang, Korea Selatan, Jerman, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.
"Tidak masuk SMA bukan berarti kesempatan sukses tertutup. SMK justru membuka banyak peluang, baik untuk melanjutkan kuliah maupun langsung memasuki dunia kerja," ujar Khofifah.
Data Dinas Pendidikan Jawa Timur
Menunjukkan pada 2026 terdapat 1.734 alumni SMK yang telah bekerja di luar negeri serta 3.186 siswa dari 115 SMK negeri dan swasta yang akan mengikuti program magang internasional. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pendaftaran Jalur Prestasi Nilai Akademik SMK berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Peserta dapat memilih maksimal tiga konsentrasi keahlian, baik pada satu SMK maupun beberapa SMK berbeda, di dalam ataupun luar rayon.
Seleksi dilakukan berdasarkan gabungan rerata nilai rapor semester 1–5 dengan bobot 60 persen dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen bagi lulusan 2026. Sementara lulusan sebelum 2026 menggunakan indeks sekolah asal dengan bobot 40 persen. Faktor jarak domisili ke sekolah juga menjadi bagian dari penilaian.
"Seleksi berlangsung secara transparan melalui sistem pemeringkatan. Karena itu kami mengimbau seluruh calon murid segera menyiapkan dokumen dan mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal agar tidak kehilangan kesempatan," kata Aries.
Bagi 32.187 calon murid yang belum berhasil pada tahap ketiga, jalur Prestasi Nilai Akademik SMK menjadi peluang terakhir untuk memperoleh bangku sekolah negeri pada pelaksanaan SPMB Jawa Timur tahun 2026.
Editor : Andi Setiawan