Jelang Mutasi ASN, Eri Cahyadi Wajibkan Pejabat Perempuan Kantongi Restu Suami Sebelum Duduki Jabatan Strategis

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Insani/Jurnas.net)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Rencana mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dipastikan mengalami penundaan. Penyebabnya bukan persoalan administrasi ataupun evaluasi kinerja, melainkan kebijakan baru yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) perempuan memperoleh rida atau izin suami sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan syarat tersebut diberlakukan karena pejabat perempuan yang berada di garda terdepan, seperti camat, lurah, maupun kepala perangkat daerah tertentu, kerap harus bekerja hingga larut malam untuk menangani berbagai persoalan masyarakat.

"Insyaallah kita juga akan ada mutasi. Harusnya besok mutasinya, tetapi saya meminta terutama pejabat perempuan agar terlebih dahulu mencari rida suaminya karena pekerjaan ini berat," kata Eri, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Eri, dukungan keluarga, khususnya suami, menjadi faktor penting agar pejabat perempuan dapat menjalankan tugas tanpa menimbulkan persoalan dalam rumah tangga. Ia menegaskan, jabatan sebagai pimpinan wilayah bukan pekerjaan yang mengenal jam kantor.

Dalam kondisi tertentu, seorang camat atau lurah harus turun ke lapangan pada malam hari untuk menyelesaikan persoalan warga. "Yang perempuan harus meminta izin suaminya. Itu menjadi kewajiban karena mereka bisa keluar malam, berjaga malam, dan harus siap ketika masyarakat membutuhkan pelayanan," ujarnya.

Eri bahkan meminta pejabat perempuan yang tidak mendapatkan persetujuan suami agar tidak memaksakan diri menduduki jabatan yang menuntut mobilitas tinggi. "Kalau memang tidak diizinkan suaminya, saya meminta mereka mengundurkan diri dari jabatan tersebut," tegasnya.

Kebijakan itu membuat jadwal mutasi yang semula direncanakan berlangsung dalam waktu dekat harus diundur. Pemkot masih menunggu laporan dari seluruh pejabat perempuan mengenai persetujuan yang diberikan suami masing-masing.

"Nanti kami rekap terlebih dahulu. Karena itu kemungkinan mutasi mundur menjadi hari Jumat atau hari Senin sambil menunggu laporan dari kepala dinas perempuan, camat perempuan, maupun lurah perempuan yang sudah mendapatkan rida suaminya," jelas Eri.

Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi karier ASN perempuan, melainkan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pejabat publik dan keharmonisan keluarga. "Saya tidak ingin ketika bekerja melayani warga Surabaya, justru muncul persoalan atau pertengkaran dalam rumah tangga karena suaminya tidak mengetahui atau tidak mengizinkan aktivitas yang harus dilakukan hingga malam hari," katanya.

Bagi pejabat perempuan yang tidak memperoleh izin suami, Eri memastikan mereka tetap akan menduduki jabatan struktural. Namun, penempatannya tidak berada pada posisi pimpinan yang mengharuskan kesiapsiagaan selama 24 jam. "Kalau camat bisa menjadi kepala bidang, kalau lurah bisa menjadi kepala tim kerja. Jadi tetap menduduki jabatan struktural, tetapi tidak berada di garda terdepan yang memiliki beban tugas lebih berat," paparnya.

Eri mengaku telah mengumpulkan seluruh pejabat perempuan di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menyampaikan kebijakan tersebut sekaligus meminta mereka segera menyampaikan hasil komunikasi dengan keluarga kepada Badan Kepegawaian. "Saya tadi mengumpulkan pejabat perempuan agar meminta izin suaminya. Kalau sudah mendapatkan rida, silakan disampaikan ke kepegawaian supaya proses mutasi bisa dilakukan sekaligus," ujarnya.

Eri juga memastikan evaluasi terhadap kinerja sejumlah camat dan lurah yang sebelumnya mendapat teguran tetap berjalan. Tiga kecamatan yang menjadi sorotan karena dinilai kurang optimal dalam pelayanan publik akan tetap masuk dalam daftar mutasi dan evaluasi bersama lurah di wilayah masing-masing. "Yang tiga kecamatan itu sudah termasuk bersama lurah-lurahnya dalam proses evaluasi," pungkas Eri.

Berita Terbaru

DPRD Jatim: Implementasi B50 Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Energi dan Industri Bioenergi

DPRD Jatim: Implementasi B50 Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Energi dan Industri Bioenergi

Senin, 13 Jul 2026 10:39 WIB

Senin, 13 Jul 2026 10:39 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, menyambut positif implementasi bahan bakar biodiesel B50 yang diresmikan pemerintah. M…

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis

Senin, 13 Jul 2026 09:00 WIB

Senin, 13 Jul 2026 09:00 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13…

Konflik Dana Bantuan Rp 2 Miliar Berakhir Damai, Founder BIP dan Arief Camra Pilih Fokus pada Misi Sosial

Konflik Dana Bantuan Rp 2 Miliar Berakhir Damai, Founder BIP dan Arief Camra Pilih Fokus pada Misi Sosial

Senin, 13 Jul 2026 08:10 WIB

Senin, 13 Jul 2026 08:10 WIB

Jurnas.net - Polemik penarikan dana bantuan senilai Rp2 miliar yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya berakhir damai. Founder Bani Insan Peduli (BIP),…

Jangan Bohongi Presiden RI

Jangan Bohongi Presiden RI

Senin, 13 Jul 2026 07:23 WIB

Senin, 13 Jul 2026 07:23 WIB

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy  ADA pemandangan yang tidak biasa di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir. Para pemimpin dunia seperti berbaris menuju …

LPKAN Usul Satgas Khusus Penyelamatan Aset Negara, Minta LHKPN Seluruh Pejabat Dibuka ke Publik

LPKAN Usul Satgas Khusus Penyelamatan Aset Negara, Minta LHKPN Seluruh Pejabat Dibuka ke Publik

Minggu, 12 Jul 2026 18:02 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:02 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) meminta Presiden Prabowo Subianto memperkuat s…

Saat Partai Masuk Arena Gaya Hidup, PKB Klaim Run Fest Tanpa Muatan Politik Praktis

Saat Partai Masuk Arena Gaya Hidup, PKB Klaim Run Fest Tanpa Muatan Politik Praktis

Minggu, 12 Jul 2026 13:34 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 13:34 WIB

Jurnas.net – Di tengah tren meningkatnya olahraga lari di kalangan generasi muda, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur memilih pendekatan berbeda d…