Tak Cukup Sita 3,37 Ton Ganja, Ansor Bawean Minta Jaringan Narkoba Diburu hingga Tuntas

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Flayer GP Ansor Bawean. (Dok: Jurnas.net)
Flayer GP Ansor Bawean. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Pengungkapan dugaan penyelundupan ganja seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik memunculkan kekhawatiran baru terhadap ancaman peredaran narkotika di Jawa Timur. Besarnya barang bukti yang disita aparat dinilai menunjukkan bahwa jaringan narkotika masih menjadikan wilayah ini sebagai salah satu jalur strategis peredarannya.

Keprihatinan itu disampaikan Ketua GP Ansor Bawean, Gus Nanang, yang menilai kasus tersebut tidak hanya menjadi persoalan penegakan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

"Kasus ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa bahaya narkoba semakin nyata dan dapat menyasar siapa saja. Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap masa depan bangsa," kaya Gus Nanang, dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Sebelumnya, aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan dugaan penyelundupan narkotika dalam operasi yang dilakukan di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita sekitar 3,37 ton ganja yang diduga merupakan bagian dari jaringan penyelundupan narkotika lintas negara. Hingga kini, aparat masih mendalami asal-usul barang bukti, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Bagi GP Ansor Bawean, pengungkapan itu harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Gus Nanang menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keluarga, sekolah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun benteng perlindungan bagi generasi muda. "Jangan sampai kita terlambat menyadari ancaman ini. Generasi muda harus diselamatkan melalui penguatan pendidikan, pengawasan lingkungan, serta penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan sejak dini," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkotika yang semakin terorganisasi.

Meski demikian, Gus Nanang mengingatkan bahwa keberhasilan menggagalkan satu pengiriman narkotika belum berarti ancaman telah berakhir. Ia berharap pengungkapan kasus ini diikuti dengan pengusutan tuntas terhadap jaringan yang berada di balik penyelundupan tersebut agar tidak muncul mata rantai baru di kemudian hari.

"Perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya agar generasi muda terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Hingga Jumat (3/7/2026), aparat gabungan masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan ganja seberat 3,37 ton tersebut.

Berita Terbaru

Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru

Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru

Jumat, 03 Jul 2026 09:27 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 09:27 WIB

Jurnas.net — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur menargetkan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI bukan sekadar agenda p…

Taufik Hidayat Peragakan Aksi Penganiayaan terhadap YTR dalam Rekonstruksi 21 Adegan

Taufik Hidayat Peragakan Aksi Penganiayaan terhadap YTR dalam Rekonstruksi 21 Adegan

Jumat, 03 Jul 2026 08:02 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 08:02 WIB

Jurnas.net - Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan tersangka Taufik Hidayat terhadap YTR.…

Petani Tuban Mulai Beralih ke Alat Listrik, PLN Genjot Program Electrifying Agriculture

Petani Tuban Mulai Beralih ke Alat Listrik, PLN Genjot Program Electrifying Agriculture

Jumat, 03 Jul 2026 07:03 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 07:03 WIB

Jurnas.net – Transformasi teknologi tidak lagi hanya menyentuh sektor industri dan perkotaan. Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, modernisasi …

Rakernas APEKSI 2026, Eri Cahyadi Ajak 98 Wali Kota Tinggalkan Keluhan dan Perkuat Inovasi

Rakernas APEKSI 2026, Eri Cahyadi Ajak 98 Wali Kota Tinggalkan Keluhan dan Perkuat Inovasi

Jumat, 03 Jul 2026 06:31 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 06:31 WIB

Jurnas.net – Di tengah tekanan fiskal, efisiensi anggaran, hingga berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah K…

Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Naik 21 Persen Selama Libur Sekolah, Tembus 418 Ribu Orang

Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Naik 21 Persen Selama Libur Sekolah, Tembus 418 Ribu Orang

Kamis, 02 Jul 2026 11:27 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 11:27 WIB

Jurnas.net – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang selama masa libur sekolah. Dalam periode 22 h…

ITS Kembangkan Sistem Navigasi Cerdas, Bidik Penurunan Risiko Kecelakaan Kapal di Indonesia

ITS Kembangkan Sistem Navigasi Cerdas, Bidik Penurunan Risiko Kecelakaan Kapal di Indonesia

Kamis, 02 Jul 2026 10:19 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 10:19 WIB

Jurnas.net – Tingginya angka kecelakaan kapal masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia yang menyandang predikat sebagai negara kepulauan terbesar di d…