Pemkab Gresik Percepat Program RTLH, Wabup Alif Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk Warga Miskin

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan material RTLH. (Humas Pemkab Gresik)
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan material RTLH. (Humas Pemkab Gresik)

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengakselerasi upaya pengentasan kemiskinan melalui Program Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan stimulan berupa material bangunan kepada tiga keluarga penerima manfaat di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, dan Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Selasa, 21 Juli 2026. Ketiga rumah tersebut diperbaiki menggunakan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, Program RTLH merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga kurang mampu. "Pemkab Gresik berkomitmen terus mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya melalui bantuan stimulan Rumah Tidak Layak Huni. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga kualitas hidupnya ikut meningkat," kata Alif.

Bantuan yang diberikan tidak berbentuk uang tunai, melainkan material bangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah. Di Desa Mojowuku, nilai bantuan mencapai Rp9.870.000, sedangkan di Desa Lebanisuko sebesar Rp8.475.000. Material yang disalurkan meliputi semen, pasir, bata ringan, kayu, perekat bata, asbes, kloset, bak mandi, paku, hingga berbagai bahan bangunan pendukung lainnya.

Menurut Alif, pola bantuan dalam bentuk material dipilih agar penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rumah penerima manfaat. "Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya. Dengan demikian rumah yang sebelumnya tidak layak huni bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati," ujarnya.

Pemkab Gresik menilai penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Program RTLH akan terus diperluas agar semakin banyak warga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya. "Semoga program ini terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis kesejahteraan masyarakat Gresik akan semakin meningkat," kata Alif.

Salah seorang penerima bantuan, Sarpi, warga Desa Mojowuku, mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya yang selama ini belum mampu memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi. Ia mengatakan, kondisi rumah yang ditempatinya sudah membutuhkan perbaikan, namun biaya menjadi kendala utama.

"Saya sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini saya memang kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya," ujar Sarpi.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau r…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…