Pemprov Cairkan Rp160 Miliar Bonus PON XXI Aceh-Sumut Atlet dan Pelatih Jatim

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono. (Insani/Jurnas.net)
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim memberikan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali PON XXI/2024 Aceh Sumatera Utara di Gedung Negara Grahadi, Rabu, 11 Desember 2024.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mengatakan kontingen Jawa Timur berhasil mengumpulkan 146 medali emas, 136 perak, dan 143 perunggu. Menurutnya penghargaan (bonus) ini diberikan kepada diberikan kepada 907 atlet peraih medali (emas, perak, dan perunggu), 293 atlet non-medali, 278 pelatih dan mekanik perain medali (emas, perak dan perunggu), serta 29 pelatih dan mekanik non-medali. “Totalnya 1.507 orang,” katanya.

Hadi menambahkan rincian penghargaan untuk medali emas perorangan mendapatkan Rp250 juta. Kemudian untuk tim 2-3 orang mendapatkan Rp200 juta, tim 4-6 orang mendapatkan Rp150 juta, dan tim lebih dari 6 orang mendapatkan Rp125 juta.

Untuk medali perak perorangan mendapatkan Rp110 juta, kemudian tim 2 - 3 orang mendapatkan Rp90 juta, selanjutnya 4-6 orang dalam satu tim mendapatkan Rp70 juta, dan tim lebih dari 6 orang mendapatkan Rp60 juta.

“Kemudian untuk medali perunggu perorangan mendapatkan Rp50 juta, untuk tim 2-3 orang mendapatkan Rp40 juta, kemudian 4-6 orang dalam satu tim mendpatkan Rp30 juta, dan tim yang lebih dari 5 orang adalah Rp25 juta. Insyaallah nanti mungkin sudah bersih termasuk pajaknya. Jadi contoh misalkan untuk emas perorangan ini Rp 287.059.000 nah jadi itu sudah bersih termasuk pajaknya jadi yang diterimakan bersih Rp 250 juta. Ini apresiasi yang luar biasa dari Bapak Gubernur,” katanya.

Baca Juga : Tinjau SMAN Olah Raga Jatim, Khofifah: Pusat Pencetak Atlet Berprestasi Nasional

Hal senada juga disampaikan Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, yang menyebut bonus yang diberikan kepada para atlet PON dari Jatim tidak dikenakan biaya pajak karena dibayar oleh pemprov. “Kita tidak mau bonus dipotong dengan pajak, kami membayarkan sekaligus dengan kewajiban pajak penerima bonus,” kata Adhy.

Adhy menambahkan apa yang diberikan oleh pemprov tidak sebanding dengan perjuangan para atlet dalam menjalani semua pertandingan PON. Pihaknya berkomitmen supaya pemberian bonus kepada para atlet di Jatim akan lebih besar di masa mendatang. “Tidak sepadan dibanding perjuangan dan prestasi mereka. Karena mereka sampai mengorbankan segalanya, apalagi mereka masih punya peluang di nasional dan internasional,” katanya.

Lebih lanjut Adhy juga meminta KONI Jatim untuk terus melakukan pemberdayaan atlet. Yakni setelah menjadi atlet provinsi maupun nasional seperti program atlet preneur. “Sekarang program ini sudah berjalan. Dan ini akan kita perbanyak,” jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, menyatakan bahwa raihan medali tersebt sudah sesuai dengan perhitungan berdasarkan sport science yang telah dilakukan selama ini. meski demikian Nabil mengaku adanya perubahan di lapangan yang mempengaruhi perolehan medali.

“Sport science kita berjalan dengan baik, prediktif dan akurat. Perolehan medali ini tidak ada keajaiban, tidak ada medali emas yang didapat secara tiba-tiba,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…