Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah memetakan daerah rawan kekeringan di wilayahnya pada bulan September 2024. Hasilnya, ada 905 desa tersebar di 27 dari 38 kabupaten/kota di Jatim terancam kekeringan.
"Total yang kami antisipasi ada 905 desa tersebar di 27 kabupaten/kota di Jatim," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Jumat, 13 September 2024.
Baca juga: BPBD Jatim Waspadai 815 Desa Rawan Kekeringan dan Karhutla: Siapkan Ribuan Tangki Air Bersih
Gatot mengaku sudah melakukan droping air ke berbagai daerah, untuk meminimalisir dampak kekeringan tersebut. Dari 27 itu sudah dilakukan distribusi air bersih, mulai dari Ponorogo, Bojonegoro, dan Pasuruan.
Baca Juga : Peringatan HKB, BNPB Ingatkan Pentingnya Antisipasi Bencana
Baca juga: Dampak Kemarau Panjang, BPBD Jatim Salurkan Air Bersih di Bangkalan
Dari puluhan daerah di Jatim, Gatot menyebut Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus dan perhatian BPBD Jatim. Sebab terdapat 106 desa terancam mengalami kekeringan.
"Sekarang yang jadi perhatian paling banyak di Bojonegoro, karema ada 106 titik desa terancam kekeringan," ujarnya.
Baca juga: Kemarau Panjang di Jatim Dirasakan 27 Kabupaten/Kota Alami Kekeringan Ekstrem
Untuk diketahui, sebanyak 28 dari 38 kabupaten/kota di Jatim telah mengeluarkan status darurat kekeringan. Yaitu Kabupaten Lamongan, Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Lumajang, Situbondo, Sampang, Pamekasan, Banyuwangi, Bojonegoro.
Lalu Kota Batu, Kabupaten Blitar, Ponorogo, Jombang, Tulungagung, Nganjuk, Pacitan, Kabupaten malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Ngawi, Kabupaten Madiun, Magetan, Trenggalek, Jember, Kabupaten Pasuruan, dan Sumenep.
Editor : Redaksi