Jurnas.net - Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memperkuat budaya perjalanan ramah lingkungan memasuki fase yang lebih konkret. Melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler” dan penyediaan fasilitas Water Station di berbagai stasiun besar, KAI Daop 8 ingin mengubah perilaku pelanggan menuju perjalanan yang lebih hijau, hemat, dan bertanggung jawab.
Namun di balik kampanye lingkungan ini, terdapat ironi yang menarik: tumbler justru menjadi barang yang paling sering tertinggal penumpang. Data Lost and Found mencatat 197 tumbler ditemukan di stasiun dan kereta sepanjang Januari–Oktober 2025, namun hanya 24 yang diambil kembali oleh pemiliknya.
Baca juga: KAI Buka Tiket Lebaran 2026 H-45, Antisipasi Lonjakan Agar Mudik Lebih Tertib
Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran membawa tumbler sudah tumbuh, tetapi disiplin menjaga barang bawaan masih menjadi pekerjaan rumah.
KAI Daop 8 telah memasang fasilitas Water Station di sejumlah stasiun besar Surabaya Gubeng, Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo, dan menargetkan seluruh stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh akan dilengkapi fasilitas serupa.
Water Station memungkinkan pelanggan mengisi ulang air minum menggunakan tumbler pribadi tanpa harus membeli botol plastik. Selain lebih hemat, langkah ini menekan produksi sampah plastik sekali pakai yang selama ini mendominasi area publik.
KAI juga kembali menekankan bahwa kehilangan atau kerusakan barang adalah tanggung jawab penumpang. Karena itu, edukasi mengenai kewaspadaan personal terus digencarkan.
Untuk membantu pelanggan, layanan Lost and Found tersedia di seluruh stasiun dan terpusat di pos pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Pasar Turi, dan Malang. Barang temuan dicatat, disimpan, dan dapat diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan bukti kepemilikan.
Baca juga: Libur Isra' Mikraj, Lonjakan Penumpang Kereta Api di Surabaya Tembus 39 Ribu
Mekanisme pelaporan dibuat sederhana, yakni penumpang melapor ke petugas. Lalu petugas mencocokkan data barang temuan, selanjutnya barang dapat diambil bila cocok dengan identitas pemilik.
Tumbler berada di urutan teratas barang yang paling sering tertinggal. Dari total 197 tumbler yang ditemukan, 173 masih menumpuk di ruang penyimpanan.
Bagi KAI, data ini menjadi bahan evaluasi bahwa edukasi perjalanan berkelanjutan harus seiring dengan kampanye disiplin menjaga barang bawaan.
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Masih Sediakan 184 Ribu Tiket Kereta Pada Libur Nataru
“Kami mengajak pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Tapi yang tidak kalah penting adalah menjaga barang bawaan dengan baik. Jika ada yang tertinggal, segera lapor karena KAI memiliki sistem penanganan resmi,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
KAI Daop 8 menegaskan bahwa perjalanan berkelanjutan tidak hanya soal mengurangi sampah plastik, tetapi juga meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.
Dengan dukungan masyarakat, gerakan membawa tumbler dan menjaga barang pribadi diharapkan menjadi budaya baru para pengguna kereta—bukan sekadar imbauan sesaat.
Editor : Rahmat Fajar