Kementan Percepat Produksi 380 Ribu Benih Kelapa 2026, Sumenep Jadi Pusat Hilirisasi

Reporter : Insani
Ketua Kelompok Substansi Benih Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan, Ratna Rubandiah, meninjau penangkaran benih kelapa di Sumenep. (Istimewa)

Jurnas.net - Pemerintah pusat mulai memacu kesiapan sektor perkelapaan nasional dengan memastikan ketersediaan benih unggul untuk 2026. Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan langsung Kementerian Pertanian RI ke sentra penangkaran di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Ketua Kelompok Substansi Benih Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan, Ratna Rubandiah, turun langsung meninjau kegiatan penangkaran benih kelapa di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupatem Sumenep, Madura, Rabu, 8 April 2026.

Baca juga: BIG Siapkan Kapur Pesisir Sumenep untuk Suplai 44 Smelter Nikel Indonesia

Didampingi tim penyuluh dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian wilayah Sumenep, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah memastikan kesiapan bibit dalam mendukung program peremajaan sekaligus hilirisasi komoditas kelapa.

Ratna menegaskan, pengecekan langsung di lapangan menjadi kunci untuk memastikan kualitas dan kesiapan produksi benih sesuai target nasional. “Program hilirisasi kelapa ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat fondasi sektor perkebunan rakyat melalui penyediaan benih unggul,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan produksi hingga 380 ribu benih kelapa pada 2026. Target ambisius ini menuntut sinergi erat antara pemerintah pusat, penyuluh, dan para penangkar di daerah.

Baca juga: Jawa Timur Diproyeksikan Jadi Episentrum Swasembada Gula Nasional, 70 Ribu Hektare Tebu Disiapkan

Menurut Ratna, penangkar benih memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor perkelapaan, terutama dalam mendukung program peremajaan kebun rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung produksi nasional.

“Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mendorong hilirisasi produk kelapa,” jelasnya.

Baca juga: Polemik KEMENTAN Vs Tempo, GEMPITA : Kehormatan Petani Vs Kebebasan Pers

Sementara itu, tim penyuluh BPPSDMP Sumenep memastikan pengawasan dilakukan secara berkala guna menjaga kualitas bibit sebelum didistribusikan kepada petani. Di tingkat pelaku, dukungan terhadap program ini juga menguat. Amsui, salah satu penangkar benih di Desa Legung Timur, menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam memenuhi target nasional.

Dengan penguatan dari hulu melalui benih unggul hingga hilirisasi produk, program perkelapaan di Sumenep diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru di pedesaan. "Kami siap mendukung penuh program pemerintah agar target produksi benih kelapa 2026 bisa tercapai,” tandasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru