Pemkab Banyuwangi Kendalikan Inflasi Saat Lebaran, Harga Pangan Tetap Stabil

Reporter : Wulansari
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat sidak ke pasar tradisional di wilayahnya. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Di tengah lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri, Kabupaten Banyuwangi justru mampu menahan laju inflasi tetap rendah. Capaian ini bahkan melampaui kinerja inflasi tingkat provinsi hingga nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Banyuwangi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,37 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 0,38 persen dan nasional yang mencapai 0,94 persen pada periode yang sama.

Baca juga: Ekonomi Banyuwangi Tumbuh Lebih Tinggi dari Jatim dan Nasional, Pariwisata dan Pertanian Jadi Andalan

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolaboratif lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga di momen rawan inflasi. “Ini berkat sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, hingga TNI dan Polri, yang bersama-sama menjaga stabilitas harga,” kata Ipuk, Jumat, 10 April 2026.

Meski demikian, tekanan inflasi tetap terjadi. Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga selama Ramadan. Komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging sapi menjadi penyumbang inflasi, seiring meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi.

Tak hanya itu, lonjakan permintaan LPG hingga akhir Maret juga turut mendorong kenaikan harga di pasaran, dipicu tingginya kebutuhan dan keterbatasan pasokan. “Faktor global juga ikut berpengaruh, termasuk kenaikan harga bahan bakar non-subsidi akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah,” jelas Salam.

Baca juga: Bupati Ipuk Pantau TKA SMP, Pastikan 24.681 Siswa Ikuti Ujian dengan Lancar

Meski dihadapkan pada tekanan domestik dan global, inflasi Banyuwangi tetap terkendali. Hal ini tidak lepas dari intervensi aktif pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sejumlah langkah konkret dilakukan, mulai dari pemantauan intensif harga di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan oleh satgas pangan, hingga operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan.

Baca juga: SMPN 3 Banyuwangi Olah Sampah Jadi Cuan, Siswa Produksi Pupuk hingga Pakan Ikan

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan gas bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.

Strategi kombinasi antara pengawasan ketat, operasi pasar, dan sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci Banyuwangi dalam menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menahan laju inflasi tetap stabil di tengah momentum konsumsi tinggi.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru