Jurnas.net – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, resmi membuka ISOPLUS Marathon 2026. Peluncuran ini menjadi sinyal kuat ambisi Surabaya menegaskan diri sebagai kota ramah pelari sekaligus destinasi sport tourism berskala nasional hingga internasional.
Ajang yang memasuki edisi kedua ini dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 dengan kategori lengkap, mulai dari 5K, 10K, half marathon (21K), hingga full marathon (42K), serta fun run untuk keluarga dan anak-anak. Konsep inklusif tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari pelari profesional hingga pemula, sekaligus menanamkan budaya hidup sehat sejak dini.
Baca juga: Hari Kartini: Kisah Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Antar Warga Surabaya Setiap Pagi
Eri menegaskan, ISOPLUS Marathon bukan sekadar event olahraga, melainkan proyek jangka panjang untuk membangun identitas kota. “ISOPLUS Marathon harus menjadi ikon Surabaya. Ketika orang mendengar event ini, mereka langsung teringat Surabaya,” kata Eri, Jumat, 17 April 2026.
Belajar dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 9.000 pelari dan berdampak signifikan terhadap okupansi hotel serta sektor wisata, tahun ini target dinaikkan menjadi lebih dari 10.000 peserta, termasuk pelari mancanegara.
Pemkot memastikan kesiapan total, mulai dari kualitas rute, sistem pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar aktivitas warga tetap berjalan normal. Eri juga menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan pelari menjadi prioritas utama. “Rute akan kami siapkan sebaik mungkin, pengamanan diperkuat, dan rekayasa lalu lintas diatur agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Luncurkan Medical Tourism, Bidik Pasien Indonesia Timur hingga Mancanegara
Ia turut mengundang pelari dari berbagai daerah dan negara untuk merasakan pengalaman berlari melintasi ikon kota, kawasan heritage, serta destinasi wisata unggulan di Kota Pahlawan.
Namun demikian, Pemkot juga menyadari potensi dampak terhadap mobilitas warga. Eri menyampaikan permohonan maaf atas penutupan sementara sejumlah ruas jalan saat hari pelaksanaan. “Ini demi kepentingan bersama. Kami ingin mendorong ekonomi kota di tengah keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Bekukan NIK Mantan Suami Penunggak Nafkah Anak, Perkuat Perlindungan Perempuan
Tak berhenti pada olahraga, ISOPLUS Marathon 2026 didesain sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi. Pemkot akan mengaitkan event dengan paket wisata seperti susur Kalimas, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM di titik-titik strategis, terutama di area start dan finish. "Kami ingin dampaknya terasa sampai ke kampung-kampung. Jadi bukan hanya event, tapi pergerakan ekonomi nyata,” katanya.
Eri menyebut event ini sebagai strategi menghadapi tekanan fiskal daerah. Di tengah menurunnya dana transfer pusat, Surabaya memilih inovasi melalui event berskala besar untuk mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dampaknya harus nyata, ekonomi bergerak, PAD meningkat, dan layanan publik seperti pendidikan gratis serta kesehatan tetap berjalan,” tandasnya.
Editor : Rahmat Fajar