Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri Akan Dinilai Penumpang, Rating Buruk Bisa Dipecat

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Angkutan umum Mobil Wira Wiri Suroboyo. (Humas Pemkot Surabaya)
Angkutan umum Mobil Wira Wiri Suroboyo. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota Surabaya mulai memperketat pengawasan terhadap kualitas layanan transportasi umum, khususnya Suroboyo Bus dan Wira-Wiri. Langkah ini dilakukan menyusul sejumlah keluhan masyarakat terkait perilaku berkendara pengemudi yang dinilai kurang tertib, serta insiden kecelakaan yang melibatkan armada Suroboyo Bus beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk pembenahan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan menerapkan sistem evaluasi berbasis penilaian langsung dari penumpang. Melalui sistem tersebut, pengguna layanan dapat memberikan umpan balik terkait kepuasan mereka setelah menggunakan transportasi umum milik Pemkot Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan evaluasi terhadap pengemudi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

"Kami ke depan akan melakukan evaluasi. Yang pertama melalui pembinaan kepada seluruh pengemudi, baik Suroboyo Bus maupun Wira-Wiri," kata Trio, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, pembinaan dilakukan untuk memperkuat disiplin pengemudi dalam berlalu lintas, meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang, serta mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Selain pembinaan, Dishub Surabaya juga akan merealisasikan pemasangan perangkat umpan balik atau feedback di setiap armada transportasi umum. Melalui perangkat tersebut, penumpang dapat memberikan penilaian secara langsung saat turun dari kendaraan dengan memilih kategori "puas" atau "tidak puas".

"Kami akan memasang alat penilaian kepuasan di dalam unit kendaraan. Jadi ketika penumpang turun, mereka bisa langsung memberikan penilaian apakah puas atau tidak puas terhadap layanan yang diterima," ujar Trio.

Program ini, lanjutnya, merupakan arahan langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berbasis evaluasi masyarakat. Dengan sistem tersebut, Pemkot Surabaya berharap dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas layanan yang dirasakan masyarakat setiap hari.

"Semua warga yang menggunakan Wira-Wiri, feeder maupun Suroboyo Bus nantinya memiliki ruang untuk memberikan penilaian secara langsung terhadap pelayanan yang mereka terima," jelasnya.

Trio menegaskan bahwa hasil penilaian penumpang tidak hanya menjadi bahan evaluasi administratif, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap kinerja para pengemudi. Dishub akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap tingkat kepuasan pengguna layanan. Jika dalam periode tertentu seorang pengemudi mendapatkan tingkat kepuasan yang rendah, maka akan dilakukan evaluasi hingga pemberian sanksi.

"Nanti selama satu bulan apabila hasil penilaiannya banyak yang tidak puas, tentu akan kami evaluasi dan berikan sanksi sesuai ketentuan," katanya.

Sanksi yang disiapkan pun tidak main-main. Mulai dari teguran administratif, peringatan, pembekuan tugas sementara, hingga pemberhentian sebagai pengemudi. "Sanksinya bisa berupa administrasi, peringatan, pembekuan, tidak diperbolehkan bekerja sementara, sampai pemberhentian," tegas Trio.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong para pengemudi untuk lebih disiplin, profesional, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Evaluasi terhadap pengemudi juga tidak lepas dari insiden kecelakaan yang melibatkan armada Suroboyo Bus dengan truk milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya di Jalan Waringin, Kecamatan Wonokromo, pada Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan laporan awal dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Transportasi Umum, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat faktor kelalaian pengemudi atau human error. "Kepala UPTD telah melaporkan bahwa kemungkinan besar terjadi human error dari pengemudi Suroboyo Bus," ujar Trio.

Menurut hasil laporan sementara, truk DSDABM yang terlibat dalam kecelakaan berada dalam kondisi berhenti atau terparkir saat kejadian berlangsung.BKarena itu, indikasi awal mengarah pada kesalahan pengemudi armada Suroboyo Bus. Meski demikian, Dishub Surabaya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

"Truk DSDABM saat itu dalam kondisi parkir dan tidak bergerak. Karena itu dugaan sementara memang mengarah pada human error dari pengemudi," katanya.

Pemkot Surabaya menilai transportasi umum tidak hanya harus mampu memberikan layanan yang nyaman dan terjangkau, tetapi juga menjamin keselamatan pengguna. Karena itu, pembinaan pengemudi, penguatan pengawasan, serta pelibatan masyarakat melalui sistem penilaian langsung menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Kota Pahlawan.

Melalui kebijakan tersebut, Dishub berharap setiap pengemudi memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga standar pelayanan dan keselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Suroboyo Bus dan Wira-Wiri yang selama ini menjadi andalan transportasi publik di Surabaya.

Berita Terbaru

Ratusan Taruna TNI dan Akpol Dikirim ke Ratusan Sekolah Rakyat Isi MPLS

Ratusan Taruna TNI dan Akpol Dikirim ke Ratusan Sekolah Rakyat Isi MPLS

Sabtu, 01 Agu 2026 18:52 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 18:52 WIB

Jurnas.net - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberangkatkan ratusan Taruna Akademi TNI dan Akpol diberangkatkan dari Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Pemberangkata…

Reses di Jombang, Gus Athoillah Siap Kawal Aspirasi Petani hingga Perbaikan Infrastruktur Desa

Reses di Jombang, Gus Athoillah Siap Kawal Aspirasi Petani hingga Perbaikan Infrastruktur Desa

Sabtu, 01 Agu 2026 13:17 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Athoillah atau Gus Athoillah, menegaskan komitmennya mengawal berbagai a…

Kejati Sita Emas Antam dari Saksi NK, Peran Eks Kepala Dinas ESDM Jatim dalam Kasus Pungli Masih Didalami

Kejati Sita Emas Antam dari Saksi NK, Peran Eks Kepala Dinas ESDM Jatim dalam Kasus Pungli Masih Didalami

Sabtu, 01 Agu 2026 12:19 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 12:19 WIB

Jurnas.net – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses perizinan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur terus b…

Anas Urbaningrum Soroti Tren Penurunan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Beri Lima Saran untuk Presiden

Anas Urbaningrum Soroti Tren Penurunan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah, Beri Lima Saran untuk Presiden

Sabtu, 01 Agu 2026 11:06 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 11:06 WIB

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan sejumlah masukan kepada Presiden menyusul tren penurunan tingkat k…

Banyuwangi Jadi Kawah Candradimuka Timnas BMX Indonesia, Bidik Emas Asian Games 2026

Banyuwangi Jadi Kawah Candradimuka Timnas BMX Indonesia, Bidik Emas Asian Games 2026

Sabtu, 01 Agu 2026 09:26 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 09:26 WIB

Jurnas.net – Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX mematangkan persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan menggelar pemusatan l…

Lima Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi AI Penerjemah Bahasa Isyarat, Raih Juara Nasional

Lima Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi AI Penerjemah Bahasa Isyarat, Raih Juara Nasional

Sabtu, 01 Agu 2026 08:14 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 08:14 WIB

Jurnas.net – Kepedulian terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat melahirkan inovasi yang tak biasa dari lima siswa Sekolah Dasar (…