Permudah Orang Tua, Pemkot Surabaya Buka Posko SPMB di Seluruh SD-SMP Negeri

Reporter : Wulansari
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Posko Konsultasi terkait SPMB. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menghadirkan posko layanan di seluruh sekolah SD dan SMP Negeri se-Kota Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi sekaligus pendampingan selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

Posko SPMB tersebut dijadwalkan mulai efektif beroperasi pada pekan ini bersamaan dengan peluncuran tahapan sosialisasi dan uji coba sistem pendaftaran berbasis daring.

Baca juga: Rakernas APEKSI 2026, Eri Cahyadi Ajak 98 Wali Kota Tinggalkan Keluhan dan Perkuat Inovasi

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Putri Aisyah Mahanani, mengatakan keberadaan posko di sekolah bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat agar wali murid tidak perlu datang langsung ke kantor Dispendik untuk berkonsultasi terkait proses pendaftaran.

“Pekan ini posko mulai efektif berjalan bersamaan dengan tahapan sosialisasi SPMB. Nanti seluruh informasi terkait mekanisme pendaftaran akan kami rilis secara bertahap,” kata Putri, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP akan menjadi titik layanan informasi bagi masyarakat. Wali murid cukup mendatangi sekolah terdekat untuk mendapatkan penjelasan terkait jalur pendaftaran, syarat administrasi, hingga tata cara penggunaan sistem daring SPMB.

Baca juga: Sidak Posga Wiyung, DPRD Surabaya Temukan Warga Tak Bisa Berobat karena BPJS Nonaktif Akibat NIK Terblokir

“Semua pertanyaan mengenai SPMB bisa langsung disampaikan kepada petugas posko di sekolah. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor dinas,” jelasnya.

Selain membuka posko layanan, Dispendik Surabaya juga menyiapkan uji coba website SPMB jenjang SD dan SMP yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 22 Mei 2026. Khusus jenjang SMP, simulasi pendaftaran akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 22 Mei dan 28 Mei 2026, sebelum memasuki tahap lanjutan pada Juni mendatang.

Putri menjelaskan, tahapan simulasi tersebut tidak hanya untuk menguji kesiapan sistem, tetapi juga memberikan pemahaman kepada wali murid terkait alur pendaftaran secara online. “Melalui uji coba ini, wali murid bisa belajar memahami tahapan SPMB sejak awal, sehingga saat pelaksanaan resmi nanti mereka sudah terbiasa menggunakan sistem,” terangnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Minta Ayah Kandung Hamili Anak Dihukum Maksimal, Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Total

Dalam masa simulasi, wali murid diperbolehkan mencoba proses pendaftaran berkali-kali, termasuk mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia di website SPMB. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih siap dan tidak mengalami kendala teknis saat proses penerimaan murid baru resmi dibuka.

“Selama masa uji coba, orang tua bebas mencoba seluruh fitur yang tersedia. Harapannya, ketika pelaksanaan sebenarnya dimulai, wali murid sudah memahami prosesnya dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Andi Setiawan

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru