InJourney dan Kemenko PMK Latih Kebencanaan 1.000 Siswa SMA Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Berkelanjutan

Reporter : Ahmad M.
Siswa SMA dilatih kebencanaan. Dokumentasi Istimewa

Jurnas.net - InJourney Destination Management berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu, 23 Mei 2026. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana. 

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo didampingi oleh Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati secara langsung membuka rangkaian kegiatan yang dimulai dari simulasi bencana di SMA I Kalasan, Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Program Kita Tangguh ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Baca juga: Pohon Pisang Milik Petani di Gunungkidul Bisa Buah 4 Tandan Satu Pohon

"Peringatan dua dekade Gempa Yogyakarta menjadi pengingat penting akan besarnya risiko bencana yang dihadapi kawasan Yogyakarta dan berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi ruang refleksi atas peristiwa gempa tahun 2006 yang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat, momentum ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun memori kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang," ujar Lilik Kurniawan. 

Kegiatan ini menghadirkan pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat secara langsung. Rangkaian kegiatan dalam peringatan ini meliputi Kunjungan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pasar Penyintas, Apel Kesiapsiagaan, Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana, hingga Diskusi Panel yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait kebencanaan. 

Berbagai agenda tersebut dirancang untuk memperkuat literasi kebencanaan masyarakat sekaligus memperlihatkan kapasitas dan kesiapan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki lintas instansi. Selain itu, Pasar Penyintas juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk UMKM penyintas Gempa Yogyakarta 2006 sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat pascabencana.

"Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapan sumber daya dan peralatan penanggulangan bencana, serta mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pihak terdampak, tetapi juga menjadi subjek yang proaktif dan tangguh dalam meminimalisir risiko bencana," ujarnya.

Peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, melainkan momentum untuk memperkuat ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja. 

Baca juga: Daop 6 Yogyakarta Operasikan 7 KA Tambahan pada Libur Peringatan Kenaikan Kristus

"Kita ingin membangun budaya kesiapsiagaan yang hidup di tengah masyarakat. Pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak. Momentum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memastikan bahwa setiap individu memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat," ujarnya.

InJourney Destination Management  menyelenggarakan pelatihan tanggap bencana kepada 1.000 siswa SMA di Kabupaten Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Program bertajuk InJourney Community Care yang berjalan dari bulan Januari–Mei 2026 ini menghadirkan serangkaian materi intensif yang mencakup spektrum mitigasi yang meliputi pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan, evakuasi hingga simulasi penanganan darurat.

Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam peringatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga memiliki nilai edukasi, keberlanjutan, dan ketangguhan masyarakat. 

Baca juga: Garudayaksa Juarai Championship, Stadion Maguwoharjo Membara

"Kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik, termasuk dalam membangun kesadaran mitigasi bencana. Melalui kolaborasi bersama Kemenko PMK dan berbagai pihak, kami ingin mendorong lahirnya masyarakat yang semakin tangguh, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kesiapsiagaan dan mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekitarnya," ungkapnya.

Penyelenggaraan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta diharapkan dapat terbangun rekomendasi kebijakan pengurangan risiko bencana yang lebih komprehensif, meningkatnya koordinasi dan komitmen lintas sektor dalam kesiapsiagaan bencana, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap risiko dan langkah mitigasi bencana, serta semakin luasnya sosialisasi kapasitas dan kesiapan peralatan penanggulangan bencana. 

“Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru