Abdul Halim Satria Resmi Pimpin IMBAS, Diharap Perkuat Soliditas dan Gerakan Progresif

Reporter : Insani
Pamflet ucapan dari GP Ansor Bawean kepada Ketua IMBAS terpilih periode 2026-2027. (Dok: GP Ansor Bawean)

Jurnas.net – Ikatan Mahasiswa Bawean di Surabaya (IMBAS) resmi memiliki nahkoda baru. Abdul Halim Satria terpilih sebagai Ketua IMBAS periode 2026-2027 dalam forum kongres organisasi yang berlangsung di Surabaya.

Terpilihnya Satria diharapkan menjadi momentum baru bagi IMBAS untuk memperkuat soliditas organisasi, mempererat hubungan antarmahasiswa Bawean, sekaligus memperluas sinergi dengan para alumni yang telah tersebar di berbagai bidang profesi.

Baca juga: Nahkoda Baru IMBAS Diharap Satukan Soliditas dan Pererat Jaringan Alumni Bawean

Abdul Halim Satria merupakan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang berasal dari Dusun Barat Sungai, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Ia tercatat sebagai bagian dari IMBAS angkatan 2023 dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan.

Dalam proses kongres, forum menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru agar mampu membawa IMBAS lebih progresif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Tidak hanya menjadi organisasi paguyuban mahasiswa daerah, IMBAS juga diharapkan mampu tampil sebagai ruang kaderisasi intelektual dan pengembangan kepemimpinan generasi muda Bawean di Surabaya.

Ketua Panitia Pelaksana Kongres IMBAS, Andrian Nabil Yakin, menyampaikan bahwa kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kekompakan organisasi sekaligus menghidupkan semangat kolektif mahasiswa Bawean di perantauan.

“Ketua terpilih harus mampu merangkul seluruh elemen organisasi dan menjadikan IMBAS sebagai rumah bersama mahasiswa Bawean di Surabaya. Soliditas internal menjadi kunci agar organisasi ini tetap hidup, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” kata Nabil, Sabtu, 23 Mei 2026.

Pamflet ucapan terhadap Abdul Halim Satria Resmi Pimpin IMBAS. (Dok: IMBAS)

Baca juga: Museum Sunan Giri Simpan Jejak Bawean, dari Arca Kuno hingga Kapal Tenggelam

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan di tubuh IMBAS bukan hanya agenda formal organisasi, tetapi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan mahasiswa Bawean. Nabil berharap Abdul Halim Satria dapat menghadirkan inovasi program, memperkuat budaya diskusi, dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak.

“IMBAS harus menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa, penguatan intelektual, dan pembentukan karakter kepemimpinan,” katanya.

Selain penguatan internal, forum kongres juga menyoroti pentingnya membangun sinergitas dengan jaringan alumni IMBAS. Para alumni dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan organisasi, mulai dari pendampingan kader, penguatan jejaring, hingga membuka peluang pengembangan sumber daya manusia mahasiswa Bawean.

IMBAS sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi mahasiswa daerah yang mewadahi mahasiswa asal Pulau Bawean yang menempuh pendidikan di Surabaya dan sekitarnya. Organisasi tersebut menjadi ruang silaturahmi, penguatan identitas kedaerahan, sekaligus tempat bertumbuhnya gagasan dan gerakan sosial mahasiswa Bawean.

Sejak berdiri, IMBAS aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, hingga pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa maupun pembangunan Pulau Bawean. Organisasi ini juga kerap menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa, masyarakat Bawean, dan para alumni di berbagai daerah.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2027, IMBAS diharapkan semakin solid dan mampu menjawab tantangan organisasi mahasiswa di era modern. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menjaga semangat persaudaraan, memperkuat tradisi intelektual, serta menghadirkan kontribusi positif bagi mahasiswa Bawean dan daerah asalnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru