Museum Sunan Giri Simpan Jejak Bawean, dari Arca Kuno hingga Kapal Tenggelam

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jejak sejarah Bawean tersimpan dari dasar laut. (Istimewa)
Jejak sejarah Bawean tersimpan dari dasar laut. (Istimewa)

Jurnas.net – Museum Sunan Giri tidak hanya menyimpan artefak sejarah lokal, tetapi juga merekam jejak panjang peradaban yang terhubung dengan Pulau Bawean. Dari arca kuno hingga kisah kapal tenggelam, Bawean muncul sebagai simpul penting sejarah maritim dan budaya di wilayah pesisir Jawa Timur.

Ratusan koleksi di museum ini merepresentasikan berbagai periode, mulai dari era Hindu-Buddha, kolonialisme, hingga perkembangan Islam di Gresik. Salah satu yang paling menonjol adalah Arca Mahakala, patung batu berusia ratusan tahun yang ditemukan di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Bawean.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Gresik, Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa arca tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh warga.

“Menurut cerita masyarakat, arca ini muncul di permukaan sungai setelah hujan deras, lalu ditemukan penambang pasir di muara,” kata Ghozali, Selasa, 21 April 2026.

Arca Mahakala yang kini menjadi koleksi museum merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terbuat dari batu andesit, arca ini memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter dan lebar 34 sentimeter.

Dalam tradisi Hindu, Mahakala dikenal sebagai penjaga pintu candi yang biasanya ditempatkan di sisi kiri, berpasangan dengan arca Nandiswara di sisi kanan. Keberadaan arca ini menunjukkan bahwa wilayah Gresik, termasuk Bawean, pernah menjadi bagian dari jaringan peradaban Hindu-Buddha.

“Ini menegaskan bahwa sejarah Gresik tidak hanya identik dengan kota santri, tetapi juga memiliki lapisan peradaban yang jauh lebih tua,” jelasnya.

Tak hanya artefak darat, jejak sejarah Bawean juga tersimpan dari dasar laut. Museum ini turut mendokumentasikan dua peristiwa kapal tenggelam (shipwreck) di perairan Bawean yang kini berstatus cagar budaya.

Arca Mahakala di Museum Sunan Giri Gresik. (Dok: Istimewa)Arca Mahakala di Museum Sunan Giri Gresik. (Dok: Istimewa)

Kapal pertama adalah SS Baron Bentinck, yang tenggelam pada 3 Juni 1881 dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya. Kapal ini merupakan kapal penumpang sekaligus kargo dengan mesin uap tipe triple expansion.

“Kami memiliki dokumentasi bagian kapal yang tersisa, seperti rangka lambung yang kini rusak akibat penjarahan,” ungkapnya.

Kapal kedua adalah SS Bengal, kapal kargo berbendera Inggris yang tenggelam pada 2 Maret 1885 dalam pelayaran dari Saigon (Vietnam) menuju Surabaya. Kapal ini membawa muatan beras serta material bangunan seperti bata merah dan tegel yang hingga kini masih ditemukan di lokasi bangkai kapal.

SS Bengal sendiri merupakan kapal uap besar pada masanya, dibangun pada 1852 dengan teknologi propeller screw steamship dan sempat mengalami pembaruan mesin pada 1872. Kedua situs kapal tenggelam tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten sejak 2016.

Keberadaan koleksi dari Bawean ini menunjukkan bahwa pulau tersebut bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan bagian dari jalur perdagangan dan peradaban penting di masa lalu. Melalui Museum Sunan Giri, fragmen sejarah yang tersebar, baik dari darat maupun laut dirangkai ulang, menghadirkan narasi utuh tentang peran Gresik dan Bawean dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Berita Terbaru

Gus Lilur Desak Miftachul Akhyar Mundur dari Rais Aam PBNU, Singgung Bacaan Surah Al-Fath

Gus Lilur Desak Miftachul Akhyar Mundur dari Rais Aam PBNU, Singgung Bacaan Surah Al-Fath

Minggu, 18 Okt 2026 19:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:06 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mempertimbangkan p…

Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul Akhir Mati

Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul Akhir Mati

Minggu, 18 Okt 2026 16:44 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:44 WIB

Jurnas.net - Seekor ikan hiu tutul berukuran sekitar 6 meter ditemukan terdampar di kawasan Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,…

Kisah Bahlil Lahadalia Jadi Inspirasi, Golkar Salurkan 200 Paket Sembako untuk Sopir Len

Kisah Bahlil Lahadalia Jadi Inspirasi, Golkar Salurkan 200 Paket Sembako untuk Sopir Len

Minggu, 18 Okt 2026 15:02 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:02 WIB

Jurnas.net – Pengalaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi sopir angkutan kota (angkot) saat muda menjadi inspirasi di balik penyaluran 200 p…

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…