Pelajar Gresik Gelar Pameran Randome, Angkat Proses dan Eksplorasi Jadi Kekuatan Seni

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengunjung melihat karya seni rupa komunitas Power Art di Sualoka Hub Gresik (Faizul/Jurnas.net)
Pengunjung melihat karya seni rupa komunitas Power Art di Sualoka Hub Gresik (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net – Di tengah keterbatasan ruang dan tuntutan akademik, sekelompok pelajar di Gresik justru membangun ekosistem seni mereka sendiri. Lewat pameran bertajuk Randome, komunitas Power Art menghadirkan karya-karya yang tidak tunduk pada pakem, melainkan tumbuh dari proses, eksperimen, dan keberanian menampilkan ketidaksempurnaan.

Digelar di Sualoka Hub, pameran ini menjadi edisi ke-11 sejak komunitas tersebut berdiri pada 2017 di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Pameran berlangsung selama satu bulan hingga 16 Mei 2026.

Alih-alih menampilkan karya yang “sudah jadi”, Randome justru menyoroti proses kreatif yang sering luput dari perhatian. Ruang pamer tidak hanya berisi hasil akhir, tetapi juga jejak perjalanan ide, emosi, dan eksplorasi para perupa muda.

Seni dari Ketakteraturan yang Disengaja
Penulis katalog pameran, Dewi Musdalifah, menyebut Randome sebagai refleksi cara kerja komunitas yang tidak linear. Ketakteraturan bukan dianggap sebagai kekacauan, tetapi sebagai akumulasi pengalaman kreatif.

“Sejak awal, Power Art bergerak sebagai ruang belajar sekaligus ruang kerja. Gagasan diuji tanpa harus menunggu ‘sempurna’. Justru dari keterbatasan itu, cara bertahan dan berkembang terbentuk,” kata Dewi, Rabu, 22 April 2026.

Pameran ini juga menjadi ruang uji publik, di mana karya pelajar berhadapan langsung dengan audiens mulai dari akademisi, orang tua, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

Sebanyak 15 perupa muda terlibat dalam pameran ini, seluruhnya masih berstatus pelajar. Mereka datang dari berbagai fase, mulai eksplorasi awal hingga pencarian identitas artistik yang lebih matang.

Nama-nama seperti Ve, Piyo, Sunnie, hingga Kiddie menghadirkan spektrum karya yang beragam, tanpa tema tunggal yang mengikat. Karya “Endapan” milik Piyo, misalnya, menampilkan tekstur gelap dengan satu bunga putih sebagai simbol daya tahan.

Sementara “A Hundred Stories” karya Ve justru bermain dengan warna cerah dan komposisi bebas yang mengajak mata menjelajah. Ketegangan visual muncul dalam “Crab Mentality” karya Sunnie, yang menggabungkan simbol keindahan dan tekanan sosial. Di sisi lain, karya “Adydi & Sapi Abduksi” milik Imeow menghadirkan nuansa ringan sebagai penyeimbang.

Tidak ada gaya dominan dalam pameran ini. Setiap karya berdiri sebagai hasil proses yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu ekosistem kreatif yang sama. Bagi para peserta, pameran ini bukan sekadar ajang menunjukkan karya, tetapi juga proses pembelajaran hidup.

Panitia Viola Dzakiyyah Ariyanti mengaku, keterlibatannya membuka banyak pengalaman baru, dari manajemen waktu, kerja tim, hingga keberanian berkomunikasi dengan publik. “Ini bukan cuma soal karya, tapi juga tentang bagaimana kami belajar bertanggung jawab dan bekerja bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta Airin Putri Hermawan, yang merasa bangga bisa menampilkan karyanya di ruang publik dan mendapat apresiasi luas.

Sementara itu, guru sekaligus pembina komunitas, Ahmad Yoni Risal, menegaskan bahwa seni menjadi medium pendidikan alternatif. “Anak-anak belajar memahami pikiran dan perasaannya, lalu mengkomunikasikannya lewat karya. Ini proses mencerdaskan dengan cara yang berbeda,” kata Yoni.

Pameran Randome menegaskan bahwa ekosistem seni tidak selalu lahir dari institusi besar. Ia bisa tumbuh dari ruang-ruang kecil, dari komunitas pelajar yang konsisten berkarya, dan dari keberanian menerima ketidakteraturan sebagai bagian dari proses. Di Gresik, langkah kecil itu kini menjelma menjadi gerakan yang terus hidup merawat proses, bukan sekadar merayakan hasil.

Berita Terbaru

Bidik Investor Taiwan, SIER Promosikan Potensi Kawasan Industri Jawa Timur

Bidik Investor Taiwan, SIER Promosikan Potensi Kawasan Industri Jawa Timur

Selasa, 20 Okt 2026 15:08 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:08 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperluas peluang investasi internasional dengan menawarkan solusi kawasan industri terintegrasi k…

HUT ke-62 Golkar Sumenep, Navis El-Zuhdi Tegaskan Partai Harus Hadir Tak Hanya Saat Pemilu

HUT ke-62 Golkar Sumenep, Navis El-Zuhdi Tegaskan Partai Harus Hadir Tak Hanya Saat Pemilu

Selasa, 20 Okt 2026 12:42 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:42 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 dengan menggelar ziarah ke Asta Tinggi dan T…

Bunda Jelita Surabaya, Integrasikan Layanan Identitas Anak Bisa Dimulai Sejak Kehamilan

Bunda Jelita Surabaya, Integrasikan Layanan Identitas Anak Bisa Dimulai Sejak Kehamilan

Selasa, 20 Okt 2026 11:19 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:19 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan layanan kesehatan ibu dan bayi dengan administrasi kependudukan melalui program Bunda Jelita (…

HUT ke-62 Golkar, Ali Mufthi Tekankan Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

HUT ke-62 Golkar, Ali Mufthi Tekankan Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Selasa, 20 Okt 2026 09:39 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 09:39 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menegaskan pentingnya menjaga doktrin karya-kekaryaan, memperkuat kaderisasi, dan mendorong r…

Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim Usul Badan Pengelola Transportasi, Soroti Tumpang Tindih Layanan

Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim Usul Badan Pengelola Transportasi, Soroti Tumpang Tindih Layanan

Senin, 19 Okt 2026 15:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:32 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan-Partai Solidaritas Indonesia (PPP-PSI) DPRD Jawa Timur mengusulkan pembentukan Badan Pengelola Transportasi J…

Jelang Hari Santri 2026, LPOI Luncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Jelang Hari Santri 2026, LPOI Luncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Senin, 19 Okt 2026 14:48 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:48 WIB

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meluncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Hotel Deka, Surabaya, Jawa Timur.…