Mandiling Hidupkan Rindu Perantau, Warga Bawean Sulap Gresik Jadi Panggung Budaya

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampilan Seni Musik Mandiling Budaya Bawean di area Bandar Grissee. (Foto: Faizul/Jurnas.net)
Penampilan Seni Musik Mandiling Budaya Bawean di area Bandar Grissee. (Foto: Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Di tengah hiruk-pikuk kawasan Bandar Grissee, suasana mendadak berubah hangat. Bukan sekadar pertunjukan, seni musik Mandiling asal Pulau Bawean hadir sebagai “ruang pulang” bagi warga Bawean di perantauan.

Penampilan yang digelar Komunitas Warga Bawean Gresik (KWBG) ini berlangsung usai rombongan mengikuti Halal Bihalal Bawean Internasional di Yogyakarta. Namun lebih dari seremoni, Mandiling justru menjadi medium emosional yang menyatukan memori, identitas, dan kebersamaan.

Iringan jidor dan gong berpadu dengan pantun berbalas yang spontan, menghadirkan suasana cair antara tawa, sindiran jenaka, hingga pesan kehidupan. Bagi warga Bawean yang lama merantau di daratan Gresik, pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan pengobat rindu kampung halaman.

Hamid, warga yang kini menetap di Gresik, mengaku atmosfer Mandiling menghadirkan kembali nuansa Bawean yang jarang ia rasakan di tanah rantau. “Ini bukan hanya tontonan, tapi seperti pulang sebentar ke Bawean. Biasanya Mandiling hanya ada saat hajatan di kampung,” kata Hamid, Jumat, 17 April 2026.

Menariknya, pertunjukan ini menjadi yang pertama digelar secara terbuka di daratan Gresik. Momentum ini menandai pergeseran Mandiling dari ruang domestik menuju ruang publik—membuka peluang baru bagi eksistensi budaya Bawean di luar pulau asalnya.

Ketua KWBG, Arief Rasyidi, menjelaskan bahwa Mandiling dimainkan oleh pasangan penampil yang saling berbalas pantun dengan tema beragam—mulai dari nasihat kehidupan hingga percintaan yang dibalut humor. “Interaksi antar pemain inilah yang membuat Mandiling hidup. Ada spontanitas, ada pesan, dan ada kedekatan dengan penonton,” jelasnya.

Arief melihat Mandiling tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga aset ekonomi yang potensial jika dikemas secara kreatif. “Kalau dikelola serius, Mandiling bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan UMKM di sekitar lokasi pertunjukan,” ujarnya.

Dari sisi generasi muda, optimisme juga menguat. Hasis, Wakil Sekretaris Persatuan Saudagar Bawean (PSB) Pusat, menilai bahwa kunci keberlanjutan Mandiling ada pada keberanian membawanya ke ruang publik. “Anak muda itu butuh akses. Kalau sering ditampilkan, mereka pasti tertarik dan merasa memiliki,” katanya.

Sebagai seni tradisional, Mandiling bukan hanya menampilkan balas pantun sambil menari, tetapi juga menjadi media komunikasi sosial yang sarat nilai moral. Di dalamnya terkandung kritik halus, petuah kehidupan, hingga refleksi hubungan antarmanusia.

Kini, di tengah arus modernisasi, Mandiling justru menemukan napas baru di tanah rantau. Ia tidak lagi sekadar tradisi yang dikenang, tetapi berubah menjadi simbol identitas yang dirayakan bahkan berpotensi menjadi “diplomasi budaya” Bawean ke publik yang lebih luas.

Berita Terbaru

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

DPP PKB Ganti Musyafak Rouf dari Kursi Ketua DPC PKB Surabaya di Tengah Sorotan Korupsi MBG

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:36 WIB

Jurnas.net – Karier politik Musyafak Rouf di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya memasuki babak baru. Di tengah namanya yang terus dikaitkan d…

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Data SPMB SMP 2026, Pastikan Seleksi Transparan dan Tepat Sasaran

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:39 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah …

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Surabaya Bidik Piala Presiden di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Siapkan Bonus Rp100 Juta

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 13:26 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa dengan mengirimkan kontingen terbaik untuk b…

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Kasus TBC Mengganas di Surabaya Sepanjang 2026, DPRD Jatim Minta Pemerintah Bergerak Lebih Agresif

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 11:08 WIB

Jurnas.net – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Dalam kurun lima bulan pertama tahun 2026, sebanyak 4.191 …

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Surabaya Cetak Pemimpin Pemadam Kebakaran Bersertifikat, Siap Hadapi Situasi Darurat Berisiko Tinggi

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 09:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kualitas layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan dengan menyiapkan sumber daya m…

Sidang Perdana Maidi, Jaksa KPK Beber Dugaan Perizinan Jadi Ladang Setoran Miliaran Rupiah ke Walkot Madiun

Sidang Perdana Maidi, Jaksa KPK Beber Dugaan Perizinan Jadi Ladang Setoran Miliaran Rupiah ke Walkot Madiun

Jumat, 12 Jun 2026 07:42 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 07:42 WIB

Jurnas.net – Sidang perdana perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) S…