Jurnas.net - Universtas Gadjah Mada (UGM) Trail Run 2026 mengusung semangat multi dimensi. Bukan hanya semangat kemanusiaan, namun juga kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Panitia UGM Trail Run, Budi Susila menjelaskan panitia menyediakan lima kategori untuk even 2026, yakni 7k, 15k, 30k, 55k, 77k relay. Ia mengatakan sudah ada lebih dari 1.000 pendaftar yang registrasi melalui ugmtrailrun.com.
Baca juga: Kisah Anak Tukang Bangunan Jadi Mahasiswa Berprestasi di UGM
"Target peserta 4 ribu pelari dengan hadiah total hampir Rp200 juta," kata Budi dalam konferensi pers di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Budi mengatakan even tersebut tak hanya mencakup lari, namun juga dibareng edukasi dan kepedulian (care). Konsep edukasi yang dimaksud yakni ada even-even kecil bertujuan memberikan pemahaman para pelari bisa aman dan nyaman.
"Mengedukasi pelari, ada talkshow tentang emergency rescue sehingga EO, pelari, atau panitia yang mengalami sesuai kondisi darurat atau pertolongan pertama bisa memahami. Lari trail ini banyak peminatnya sehingga kami mewadahi banyak kategori," kata dia.
Budi mengungkapkan biaya pendaftaran para peserta tak hanya dipakai untuk even tersebut, namun juga untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa UGM. Ia mengatakan beasiswa yang diberikan dari dana pada even sama sekitar Rp500 juta. Panitia menarget dana sosial beasiswa itu bisa dua kali lipat dibanding tahun lalu.
"Kagama pegiat olahraga lari ini berusaha konsisten menghadirkan even yang setiap tahun. Ini menjadi tahun keenam," kata dia.
Race Director UGM Trail Run 2026, Rostian Gamananda mengatakan even lari tersebut telah menarik pelari dari luar negeri. Peserta yang telah konfirmasi ikut serta dominan dari Ceko dan Belarusia. Menurut dia, kategori 77 relay paling menarik pelari asing. Namun, ia juga menyebut ada orang Indonesia yang juga mendaftar pada kategori tersebut.
Baca juga: Ekskavasi Situs Macan Putih: Banyuwangi dan UGM Bersinergi Lestarikan Pusat Kerajaan Blambangan
"Ada satuan dari Korps Brimob, ada tim yang mendaftar, masih didominasi luar kota. Kalau peserta dalam kota mepet-mepet tenggat daftar," ujarnya.
Rostian mengungkapkan lari kategori 77 relay tersebut dilakukan secara estafet sebanyak empat pelari. Kategori tersebut menguji kebersamaan bagi para pelari.
"Jadi setiap tim harus ada gender perempuan, sebagai afirmasi," katanya.
Lari kategori relay tersebut dengan rute Gelora Hargobinangun, Turgo, Kalitalang, memutar sedikit kembali ke Hargobinangun. Kategori relay tersebut memulai pada pukul 15.30 WIB. Kemudian diikuti kategori di bawahnya pada malam, dini hari, dan Minggu pagi.
Minggu
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Ari Sujito mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dalam melahit daya tanah tubuh dan mental. Lebih jauh, ia menyebut lari juga sekaligus melatih si pelari menjaga kestabilan diri.
"Lari mampu membuat sehat fisik dan mental, peduli lingkungan. Mari membangun optimisme di tengah republik yang lagi lesu," jelasnya.
Editor : A. Mustaqim