Jurnas.net – Membangun reputasi perusahaan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dalam semalam. Reputasi lahir dari konsistensi menjaga kinerja, menjalankan program yang berdampak, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dan relevan dengan publik.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari strategi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dalam menjaga citra dan kepercayaan publik. Perusahaan yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa itu terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan melalui berbagai kanal.
Baca juga: SIER Bidik Investasi Baru dari Taiwan, Promosikan Kawasan Industri di Hadapan 100 Investor
Upaya tersebut dilakukan tidak hanya saat perusahaan memperoleh penghargaan atau mencatatkan prestasi. Berbagai inovasi, peningkatan layanan, program sosial dan lingkungan, aktivitas bersama tenant, hingga kontribusi perusahaan bagi masyarakat dikomunikasikan secara berkelanjutan.
Tim humas SIER memiliki peran penting dalam memastikan berbagai informasi tersebut tersampaikan secara tepat. Mulai dari pemberitaan, pengelolaan media sosial, publikasi program dan kegiatan perusahaan, dokumentasi, hingga membangun hubungan dengan media menjadi bagian dari strategi komunikasi perusahaan.
Konsistensi tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Popular Companies – Real Estate yang diselenggarakan The Iconomics Media bekerja sama dengan Axia Research. Penghargaan tersebut diterima Direktur Kelembagaan PT SIER Ahmad Fahrudin dalam acara yang digelar di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, pekan lalu.
Ahmad mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi SIER dalam membangun komunikasi sekaligus reputasi perusahaan. Menurut dia, membangun reputasi membutuhkan proses panjang. Selain konsistensi, diperlukan kreativitas, ketepatan dalam menyampaikan pesan, serta kemampuan perusahaan membangun kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga: 2.000 Pelari Ramaikan SIER Mangrove Eco Run 3.0, Trail Run di Hutan Mangrove Jadi Daya Tarik Baru
“Bagi SIER, fungsi public relations tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik. Lebih dari itu, komunikasi menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, sekaligus menghadirkan citra perusahaan yang tumbuh melalui karya nyata,” ujar Ahmad.
Ia menegaskan, reputasi perusahaan tidak bisa hanya dibangun melalui narasi atau pencitraan. Pesan yang disampaikan kepada publik harus memiliki dasar berupa kinerja dan kontribusi nyata. “Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik. Narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik,” katanya.
Karena itu, penghargaan IPRA 2026 tersebut tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi SIER untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat komunikasi perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tegasnya.
Ahmad menambahkan, komunikasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah perusahaan, terutama ketika perusahaan berhadapan dengan banyak pemangku kepentingan. Menurut dia, reputasi yang kuat akan terbentuk ketika terdapat kesesuaian antara pesan yang disampaikan perusahaan dengan apa yang benar-benar dilakukan di lapangan.
“Pada akhirnya, komunikasi adalah investasi jangka panjang. Kepercayaan publik tidak dibangun dalam satu malam, tetapi melalui konsistensi dalam bekerja, berkomunikasi, dan memberikan manfaat,” tandasnya.
Editor : Rahmat Fajar