PLN UIT JBM Gandeng Pelanggan KTT Perkuat Keandalan Listrik untuk Dukung Industri Jatim

Reporter : Insani

Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kemitraan dengan pelanggan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) untuk memastikan kebutuhan listrik industri berjalan seiring dengan penguatan keandalan sistem kelistrikan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Customer Gathering KTT 2026 bertajuk “Powering Partnership Strengthening Reliability” yang digelar di Surabaya. Kegiatan tersebut mempertemukan PLN dengan pelanggan prioritas, khususnya konsumen tegangan tinggi di wilayah Jawa Bagian Timur.

Baca juga: PLN Serah Terima 83 Tower Transmisi PLTP Ijen, Perkuat Penyaluran Energi Hijau di Banyuwangi

Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. PLN memanfaatkannya sebagai ruang dialog untuk menyampaikan strategi penguatan sistem kelistrikan sekaligus mendengar secara langsung kebutuhan dan masukan pelanggan.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali Ika Sudarmaja mengatakan, pelanggan KTT memiliki posisi strategis dalam ekosistem ketenagalistrikan karena kebutuhan listrik mereka berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional industri.

Karena itu, menurut dia, hubungan PLN dan pelanggan tidak cukup hanya dibangun melalui transaksi layanan kelistrikan, tetapi harus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang bertumpu pada kepercayaan dan komunikasi.

“Pelanggan KTT merupakan bagian penting dalam ekosistem ketenagalistrikan. Karena itu, PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga terus membangun komunikasi dan kolaborasi untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih baik,” kata Ika, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menambahkan, forum tersebut menjadi kesempatan bagi PLN untuk memastikan aspirasi pelanggan menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan layanan. “Melalui forum seperti ini, kami ingin memastikan suara pelanggan menjadi bagian dari upaya PLN dalam menghadirkan layanan yang semakin responsif dan berkualitas,” imbuhnya.

Dalam Customer Gathering KTT 2026, PLN juga memperkenalkan sinergi antarentitas PLN Group di Jawa Timur dalam mendukung kebutuhan pelanggan. Sejumlah materi dipaparkan, mulai dari strategi sistem transmisi dan pemeliharaan, digitalisasi operasi, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, keandalan distribusi, hingga program peningkatan customer experience.

PLN juga memperkenalkan berbagai solusi kelistrikan dan layanan pendukung, termasuk Beyond kWh, untuk menjawab kebutuhan pelanggan industri yang terus berkembang. Paparan tersebut melibatkan perwakilan PLN UIT JBM, PLN UIP JBTB, PLN UID Jawa Timur, PLN Icon Plus, dan PLN Electricity Services (PLN ES).

Kolaborasi lintas entitas tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi. Bagi pelanggan industri, keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh tersedianya energi, tetapi juga oleh kemampuan PLN merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan terkoordinasi.

Baca juga: Jelang HUT Ke-81 RI, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Jatim dan Bali Lewat Pemeliharaan Gardu Induk

Pelanggan sampaikan kebutuhan dan masukan
Momentum dialog semakin diperkuat melalui sesi Customer Dialogue dan Voices of Customers. Perwakilan pelanggan diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, apresiasi, saran, hingga masukan terkait layanan PLN.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PLN untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan sekaligus memperbaiki kualitas layanan. Kata Ika, peningkatan kualitas layanan tidak dapat dilakukan hanya dari sisi internal perusahaan.

Keterlibatan pelanggan, kata dia, diperlukan agar pengembangan layanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Kami ingin pelanggan merasakan bahwa PLN hadir bukan hanya ketika dibutuhkan, tetapi juga hadir untuk mendengarkan, memahami kebutuhan dan bersama-sama mencari solusi,” katanya.

Salah satu pelanggan yang menyampaikan apresiasi dalam forum tersebut ialah Direktur Operasional PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Naresh Anchalia. BKMS mengelola kawasan industri di Gresik yang memiliki kebutuhan listrik cukup besar. Saat ini, kebutuhan daya kawasan tersebut mencapai 340 megawatt (MW).

Angka itu diproyeksikan terus meningkat seiring dengan ekspansi kawasan. BKMS menargetkan kebutuhan daya mencapai 500 MW pada 2027. “Kami mengelola Kawasan Ekonomi Khusus di Gresik dengan daya saat ini 340 MW dan rencana akan meningkatkan daya lagi hingga 500 MW di 2027,” ujar Naresh.

Baca juga: PLN Dorong Ekonomi Sirkular di Banyuwangi, Sampah Ditargetkan Jadi Bahan Bakar PLTU Paiton

Menurut Naresh, dukungan PLN menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan tersebut. Ia mengaku puas dengan layanan PLN, khususnya dari sisi koordinasi dan komunikasi dalam menjaga keandalan penyaluran listrik.

“Dalam prosesnya, kami sangat puas dengan layanan PLN dan sangat terbantu dengan koordinasi dan komunikasi yang baik oleh tim PLN yang telah memberikan keandalan penyaluran tenaga listrik yang sangat bermanfaat untuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut,” katanya.

Customer Gathering KTT 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN). Bagi PLN UIT JBM, HPN menjadi pengingat bahwa kualitas layanan pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, terutama sektor industri yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menjaga produktivitas.

Ika mengatakan, PLN ingin menjadikan hubungan dengan pelanggan sebagai kemitraan yang terus berkembang, bukan sekadar hubungan antara penyedia dan pengguna listrik. “Momentum Hari Pelanggan Nasional mengingatkan kita bahwa setiap layanan yang PLN hadirkan pada akhirnya harus memberikan nilai bagi pelanggan,” tandasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru