Warga Pulau Bawean Mengungsi di Dataran Tinggi Takut Terjadi Stunami

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, mengungsi ke dataran tinggi. (Istimewa)
Puluhan warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, mengungsi ke dataran tinggi. (Istimewa)

Jurnas.net - Puluhan warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, mengungsi ke dataran tinggi di wilayah setempat. Mereka terpaksa mengungsi lantaran mendengar kabar adanya tsunami usai gempa susulan terakhir.

"Kita ada di gunung (dataran tinggi) saat ini. Takut kabarnya ada tsunami," kata Abdur Rahem, warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.

Kata dia, jika kabar tsunami itu hanya didengarnya dari mulut ke mulut. Meski demikian, kabar tersebut tetap membuat takut warga dan memilih untuk mengungsi.

Dia mengaku hingga kini masih takut akan adanya gempa susulan. Apalagi, diakuinya, pada gempa terakhir cukup terasa besar dan lama. "Kita takut masih ada gempa susulan. Sementara kita masih ngungsi saja," katanya.

Baca Juga : 68 Kali Gempa Susulan Guncang Pulau Bawean Dalam Sehari

Lain halnya dengan Ahmad Muzayyin, warga Dusun Pasir Panjang, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Bawean, ini mengaku tak mengungsi ke dataran tinggi. Ia bersama dengan warga lainnya memilih untuk mengungsi di tempat terbuka.

"Kami hanya mengungsi di tempat terbuka. Yang penting tidak di dalam bangunan," ujarnya.

[caption id="attachment_4238" align="alignnone" width="1280"] Puluhan warga di Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, mengungsi ke dataran tinggi. (Istimewa)[/caption]

Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, mengatakan, gempa yang terjadi pada Jumat ini tidak berpotensi tsunami. Oleh karena itu, pihaknya meminta pada masyarakat agar tidak panik dan mempercayai kabar atau berita hoaks.

"Gempa tidak berpotensi tsunami. Untuk itu informasi yang benar hanya bersumber dari kami (BMKG) ya," ujarnya melalui zoom meeting BMKG.

Baca Juga : Sejumlah Rumah dan Infrastruktur di Bawean Rusak Akibat Gempa 6 Magnitudo

Diketahui, Berdasarkan catatan Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika kelas II Pasuruan menyebutkan, telah terjadi gempa bumi di Laut Jawa dengan parameter OT: 11.22.45 wib Latitude :5,79 LS Longitude: 112,32 BTMagnitudo 6,0 dengan kedalaman:10 km.

Kepala Stasiun Geofisika kelas II Pasuruan, Rully Oktavia Hermawan mengatakan, gempa tersebut terjadi di laut 126 km Timur Laut Tuban. Gempa diakuinya dirasakan mulai dari Pulau Bawean, Gresik; Tiban, Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, Sampit, dan Barito Kuala.

"Penyebab gempa, sesar lokal di Laut Jawa dengan mekanisme sumber pergerakan sesar geser (strike slip). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami," katanya.

Baca Juga : Perjuangan Milenial Asal Bawean Hingga Lolos Sebagai Anggota DPRD Jatim

Dari catatan Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika kelas II Pasuruan, terhitung hingga pukul 15.00 Wib, terjadi gempa susulan sebanyak 19 kali. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

"Kepada Masyarakat yang rumah atau bangunan yang rusak dan dirasakan tidak aman untuk tidak ditinggali terlebih dahulu antisipasi terjadi gempa susulan," pungkasnya.

Berita Terbaru

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Putusan Pencalonan Wapres Gibran Jadi Persoalan Serius Ketatanegaraan

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara terkait persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam pencalonan Wakil Presiden Tahun…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Serahkan Bukti ke KPK

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:35 WIB

Jurnas.net — Polemik dugaan politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten S…

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU, Gus Lilur Sebut Ada Pembahasan DP hingga Pelunasan

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 08:44 WIB

Jurnas.net - Dugaan praktik politik uang dan transaksi jual beli suara dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi sorotan. Aktivis Nahdliyin, Haji…

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Surabaya Larang Diskotek Baru, AMM: Kota Layak Anak Harus Dikawal dengan Pengawasan

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:27 WIB

  AMM Surabaya Dukung Larangan Diskotek Baru: Surabaya Harus Konsisten sebagai Kota Layak Anak SURABAYA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Surabaya mendukung …

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Cabang Dinas ESDM Jateng Wilayah Kendeng Muria Luncurkan Program Gebrak Bio

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, meluncurkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas)…

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Menjaga Keberlanjutan Instalasi Biogas Melalui Bio-Slurry

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 12:54 WIB

Jurnas.net - Upaya meningkatkan pemanfaatan instalasi biogas tidak berhenti pada produksi energi. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) progran Gebrakan…