Madura Jadi Barometer Kunci Kemenangan Setiap Pilgub Jatim

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peta Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. (Foto: sumber jatimnet 2020)
Peta Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. (Foto: sumber jatimnet 2020)

Jurnas.net - Setiap kandidat harus bisa menguasai Pulau Madura, jika ingin memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Sebab dalam sejarah, Madura selalu menjadi salah satu kunci kemenangan dalam Pilgub Jatim.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, yang menganggap wajar jika Madura menjadi barometer pemenangan di setiap Pilgub Jatim. Pasalnya, angka golput di pulau tersebut tergolong kecil, karena pergerakan pemilih di TPS juga sangat tinggi.

"Jika melihat pelaksanaan pemilu selama ini dan relasi kuasa madura sepertinya akan tetap menjadi kunci dan akan ada konfigurasi baru juga terkait distribusi dan dinamika suaranya,” kata Surokim, Senin, 1 April 2024.

Kata Surokim, dukungan pemilih di Madura digerakkan oleh patron atau tokoh lokal, sehingga mobilitas pemilih di kantong-kantong suara cukup tinggi. Kondisi itu harus dimanfaatkan kandidat, untuk mendekati para tokoh lokal agar bisa meraih dukungan di Pilgub Jatim 2024 mendatang.

"Banyak faktornya dan juga kompleks. Jika disederhanakan ada faktor kultural dan juga struktural. Faktor kultural seperti masih kuatnya peran patron tokoh lokal yg menjadi pemegang kantong-kantong suara," jelasnya.

Baca Juga : Survei ARCI Simulasi 3 Nama Pilgub Jatim: Khofifah Ungguli Cak Imin dan Risma

Selain itu, lanjut dia, lemahnya pengawasan di lapangan juga menjadi penentu dari pergerakan pemilih. Karena itu, Paslon harus meraih dukungan tokoh lokal yang bisa menjadi kunci kemenangan.

"Nah, faktor struktural seperti pengawasan di setiap Pilkada di luar kabupaten, masih lemah dan tidak penting karena tidak terkait langsung dengan kepentingan tokoh lokal," ujarnya.

Surokim menegaskan bahwa peranan tokoh lokal akan menentukan dukungan tiga juta pemilih di Madura. "Distribusi suara kerap anomali tergantung situasi sehingga sulit diprediksi oleh survei. Suara kadang bisa bulat dan tak terdistribusi normal sehingga secara jumlah bisa menjadi signifikan,” katanya.

Baca Juga : TKD Jatim Berisyarat Khofifah ‘Tak Gandeng’ Emil Dardak di Pilgub Jatim 2024 

Seperti diketahui, sengitnya pertarungan Pilgub Jatim terekam dalam Pilgub Jatim 2008 dan 2014. Ketika itu, Madura merupakan wilayah kunci kemenangan Gus Ipul yang saat itu menjadi calon wakil gubernur Soekarwo. Pada Pilgub Jatim 2008, suara di Madura menjadi sengketa antara pasangan Soekarwo-Gus Ipul (KarSa) dan Khofifah-Moedjiono (Kaji).

Hasil putaran kedua Pilgub Jatim saat itu pasangan KarSa mendapatkan 50,20 persen suara. Unggul dari pasangan Kaji yang mendapatkan 48,80 persen suara.

Pasangan Kaji kemudian menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), karena menganggap terdapat kecurangan di Madura. Kemudian MK memutuskan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.

Hasilnya, pasangan KarSa tetap menang dengan total perolehan 50,11 persen suara, unggul dari pasangan Kaji yang meraih 49,89 suara.

Lalu Pilgub Jatim 2013, kemenangan KarSa kembali ditentukan di Madura. Di Bangkalan dan Sampang, pasangan ini menang telak dari pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang menempati urutan kedua. Sementara, di Sumenep dan Pamekasan kedua pasangan berselisih tak lebih dari 1 persen.

Kekuatan pemilih madura juga terpotret pada Pilgub Jatim 2018, dimana Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak menang mutlak di empat kabupaten madura dengan perolahan 1.192.257 suara, sedangkan lawannya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)- Puti Guntur Soekarno hanya memperoleh 760.786 suara.

Tentu kemangan Khofifah-Emil di Madura itu menjadi kunci keduanya berhasil dilatik di Istana Negara pada 13 Februari 2019 silam.

Berita Terbaru

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Jurnas.net - Pulau Madura selama ini identik dengan komoditas garam. Namun di balik itu, industri rokok lokal juga tumbuh dan berupaya menembus pasar nasional…

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Jurnas.net - Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur mulai mengerucutkan fokus pengawasan terhadap dua bank milik daerah, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM…

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-52 tahun, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menegaskan komitmennya untuk terus “naik kelas” melalui transformasi tata k…

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Jurnas.net - Menyambut bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas makna pengabdian tak hanya…

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

PKB Desak Audit Risiko sebelum Setujui Tambahan Modal Rp300 Miliar ke Jamkrida

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:07 WIB

Jurnas.net - Pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp300 miliar kepada PT Jamkrida Jatim memanas di parlemen. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa…

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

IM3 Perkuat Keamanan Digital Ramadan: Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Senin, 23 Feb 2026 19:07 WIB

Jurnas.net - Momentum Ramadan tak hanya identik dengan peningkatan ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga lonjakan aktivitas digital masyarakat. Mulai dari…