Terdakwa Kasus Perundungan Siswa SMK Gloria 2 Surabaya Hadapi Pasal Berlapis

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Ivan Sugiamto, terdakwa kasus perundungan siswa SMK Gloria 2 usai jalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Terdakwa Ivan Sugiamto, terdakwa kasus perundungan siswa SMK Gloria 2 usai jalani sidang perdana di PN Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Ivan Sugiamto, terdakwa kasus perundungan di SMA Gloria Surabaya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Rabu, 5 Februari 2025. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat Ivan dengan pasal berlapis.

Dalam sidang, JPU Ida Bagus Putu Widnyana membacakan dakwaan yang mengungkap bahwa insiden bermula dari ejekan antara anak terdakwa dan korban. Dalam perselisihan itu, korban sempat menyebut anak terdakwa sebagai "anjing pudel".

Tak terima dengan ejekan tersebut, Ivan kemudian mendatangi sekolah korban dan langsung memaksanya untuk bersujud, serta menggonggong layaknya seekor anjing. Orang tua korban yang mengetahui kejadian ini segera melapor ke Polrestabes Surabaya. Ivan akhirnya ditangkap sesaat setelah ia turun dari pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Baca Juga : Tersangka Kasus Perundungan di SMA Gloria Surabaya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Atas perbuatannya, terdakwa Ivan Sugiamto didakwa dengan Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 335 Ayat 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Setelah pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya, menanyakan kepada terdakwa apakah ia keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU.

"Apa terdakwa keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU?," tanya hakim.

"Saya akan mengajukan eksepsi, Yang Mulia," jawab Ivan.

Dengan demikian, sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 12 Februari 2025, dengan agenda pembacaan eksepsi dari pihak terdakwa.

Berita Terbaru

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir me…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …