Ingin Jadi PNS: Warga Nganjuk Tertipu Miliaran Setelah Gadai Rumah dan Tanah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi PNS
Ilustrasi PNS

Jurnas.net - Polda Jawa Timur tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan korban bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kasus ini mencuat setelah seorang warga Nganjuk mengalami kerugian hingga mencapai Rp1,5 miliar, akibat bujuk rayu pelaku yang mengaku memiliki jalur khusus masuk PNS.

Korban diketahui bernama Sunarti (58), warga Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Ia melapor ke Polda Jatim bersama kuasa hukumnya, Wahyu Priyo Jatmiko, pada 23 Oktober 2025.

Adapun pihak terlapor adalah Nanang Dwi Ika Prasetya (27), warga Bojonegoro, yang diduga kuat menjadi pelaku utama dalam kasus ini.

“Benar, laporan tersebut sudah kami terima dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Jatim,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, Senin, 27 Oktober 2025.

Menurut keterangan awal, kasus ini bermula sejak tahun 2022, ketika Sunarti berusaha mencarikan pekerjaan untuk anaknya. Ia kemudian berkenalan dengan terlapor yang mengaku sebagai PNS dan sopir tengkulak bawang, serta memiliki akses untuk meloloskan seseorang menjadi ASN.

Baca Juga : Ipuk Pastikan Rekrutmen CPNS di Banyuwangi Tak Bisa Titip Lolos

Dalam prosesnya, pelaku meminta sejumlah uang dengan dalih sebagai biaya administrasi dan pengurusan dokumen. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga total mencapai Rp1,5 miliar. Namun janji itu tak pernah terealisasi, dan sang anak korban tak kunjung diterima sebagai PNS.

Ironisnya, korban bahkan terpaksa menggadaikan sertifikat rumah, tanah, dan kendaraan demi memenuhi permintaan pelaku. Setelah menyadari telah tertipu, korban akhirnya menempuh jalur hukum.

Kombes Jules menegaskan, penyidik kini tengah mendalami kronologi serta menelusuri aliran dana yang diduga diterima pelaku. “Kami akan mengusut tuntas dan memastikan setiap pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jules.

Berita Terbaru

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

KAHMI Jatim Bidik Kehadiran Presiden Prabowo dan Tokoh Nasional pada Muswil 2026 di Trawas

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Jurnas.net – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang Musyawarah Wilayah (…

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Saatnya Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 08:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki seluruh modal strategis untuk menjadi salah satu pemain utama d…

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Rembug Lansia Jadi Instrumen Banyuwangi Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:16 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan memastikan kelompok lanjut usia (lansia) m…

Pemuda Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Diduga Aksi Premanisme, Pelaku Utama Masih Buron

Pemuda Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Diduga Aksi Premanisme, Pelaku Utama Masih Buron

Kamis, 04 Jun 2026 20:09 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 20:09 WIB

Jurnas.net - Aksi premanisme diduga kembali terjadi di Kota Surabaya. Seorang pemuda bernama Louis Prasetya (22) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh…

Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Kamis, 04 Jun 2026 18:11 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia mulai menguji implementasi Perlindungan S…

Cegah Titip Alamat saat SPMB 2026, Pemkot Surabaya Perkuat Verifikasi Domisili Lewat Cek In Warga

Cegah Titip Alamat saat SPMB 2026, Pemkot Surabaya Perkuat Verifikasi Domisili Lewat Cek In Warga

Kamis, 04 Jun 2026 15:08 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:08 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pengawasan data kependudukan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2…